Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Banser Jabar Sebut Emil Cengeng: Pernyataan Gubernur Hanya Buat Tambah Gaduh

    • Kamis, 17 Desember 2020 | 12:31:00 WIB
    • 0 Komentar


    Banser Jabar Sebut Emil Cengeng: Pernyataan Gubernur Hanya Buat Tambah Gaduh

     

    JuaraNews, Bandung – Pernyataan Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil terkait Menkopolhukam Mahfud MD harus bertanggung jawab atas kegaduhan dan kerumunan Habieb Riziek, mendapat respon dari berbagai kelompok masyarakat.

     

    Barisan Serbaguna NU (Banser) Jawa Barat menyikapi keras pernyataan Ridwan Kamil tersebut. Melalui pernyataan sikap yang dikirim kepada redaksi  juaranews.com, Banser Jabar menilai pernyataan Ridwan Kamil hanya membuat situasi semakin gaduh.

     

    “Pernyataan Gubernur Ridwan Kamil menuntut tanggungjawab Menkopolhukam Mahfud MD terkait kerumunan pada saat penjemputan Rizik Shihab di Bandara Soekarno Hatta hanya membuat situasi semakin gaduh di tengah masyarakat,” kata Komandan Banser Jabar Yudi Nurcahyadi, Kamis (17/12/2020).

     

    Ia menyatakan, Banser Jabar mengingatkan Gubernur Ridwan Kamil agar fokus mengurus warga masyarakat Jawa Barat, terutama dalam penanganan Covid 19 yang semakin tidak terkendali. 

     

    Kata Yudi, berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid 19 pada Rabu (16/12/2020) kemarin, Jawa Barat menempatkan penambahan kasus baru tertinggi sebanyak 1.434 kasus. Demikian pula, dengan zona merah di Jabar meningkat menjadi 8 daerah, sehingga tingkat resiko penularan yang dihadapi masyarakat cukup tinggi.

     

    “Daripada bikin gaduh masyarakat, lebih baik Emil bekerja mengurus masyarakat Jabar dengan serius. Sikap dan pernyataan demikian hanya mengganggu stabilitas yang sedang fokus diatasi oleh pemerintah pusat,” kata Yudi lagi.

     

    Yudi menambahkan, pemeriksaan Gubernur Jawa Barat terkait dengan kerumunan yang terjadi di Megamendung adalah hal yang semestinya dilakukan oleh aparat berwajib, karena kejadian tersebut ada di wilayah Jabar dan Ridwan Kamil sebagai penanggunjawab gugus tugas covid 19 di Jabar.

     

    “Karena itu, Ridwan Kamil atau Emil tidak perlu cengeng menyalahkan pihak-pihak lain. Itulah resiko yang harus ditanggung oleh dirinya sebagai Gubernur. Masa komandan Satkorwil Banser yang harus tanggung jawab. Kan lucu, nanti diketawain kepala daerah lain; Aya aya wae,” kata Yudi lagi.

     

    Ia menambahkan, tidak ada yang salah dengan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD soal penjemputan Rizik Shihab; bahwa diperbolehkan dengan catatan tertib dan mematuhi protokol kesehatan. Ia merasa pernyataan Mahfud sudah  sangat jelas, soal pelanggaran yang dilakukan para penjemput, berarti mereka (penjemput Habib Riziek) tidak mengindahkan imbauan tersebut. 

     

    Yudi juga meningatkan Gubernur Ridwan Kamil  terkait menungkatnya angka kasus Covid-19 di Jabar akhir-akhir ini menandakan langkah dan kebijakan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat tidak epektif. “Padahal telah menyedot anggaran daerah yang cukup besar. Konon menghabiskan belasan triliyun. Sementara hingga hari ini realokasi dan refokusing anggaran yang dilakukan pemprov Jabar sangat tidak transfaran kepada publik. Dikemanakan anggaran besar tersebut penggunaannya?” katanya lagi.

     

    Oleh karena itu, katanya, Banser Jabar mengingatkan Gubernur Ridwan Kamil untuk jadi pemimpin masyarakat yang rendah hati, sesuai dengan karakter dan ciri masyarakat Sunda. Selama ini masyarakat mencermati kata dan sikapnya menunjukan superioritas dibandingkan dengan kepala daerah lain. Seolah menjadi paling sukses dan berhasil dalam penanganan covid-19. “Kualitas kepemimpinannya diuji dengan fakta hari ini dimana covid-19 di Jabar semakin tidak terkendali dan menempati posisi puncak secara nasional,” pungkas Yudi. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Indonesia Siapkan Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran ke Arab Saudi
    Pandemi Covid-19, Buruh Berharap Banyak Pada Pemerintah
    Golkar Jabar Sosialisasi Omnibus Law Cipta Kerja, Nurul Arifin: Undang-undang Ini Lebih Banyak Manfa
    Asep “Acil” Saefudin: Sarbumusi Jabar akan Terus Advokasi Buruh
    Wagub Uu Dorong Sarbumusi Jabar Gelar Pelatihan bagi Pekerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads