Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Tambah 15 Gedung untuk Isolasi Pasien Covid-19, Pemprov Jabar Siapkan TNI/Polri dan Relawan

    • Senin, 14 Desember 2020 | 17:58:00 WIB
    • 0 Komentar


    Tambah 15 Gedung untuk Isolasi Pasien Covid-19, Pemprov Jabar Siapkan TNI/Polri dan Relawan
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan laporan terkait perkembangan Covid-19, dari Gedung Sate, Jalan Dipoengroro Kota Bandung, Senin (14/12/2020). (istimewa/humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung – Pemprov Jabar terus mematangkan rencana penyiapan 15 gedung tambahan untuk ruang isolasi pasien Covid-19. Jelang akhir tahun, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan semakin menipis.

     

    Saat telekonferensi bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama para menteri Kabinet Kerja, Senin (14/12/2020), Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan strategi dan beberapa opsi lokasi gedung tambahan yang akan dipergunakan untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. Termasuk, kemungkinan ada tambahan lagi dari TNI Angkatan Darat, dimana Kantor Pusdik dan Secapa Kota Bandung akan dipinjam-pakai selama satu bulan.

     

    Untuk itu, Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar segera menganalisis rasio gedung tambahan dengan ketersediaan tenaga kesehatan. Menurut Emil, jumlah gedung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak seimbang.

     

    “Apabila ada kekurangan SDM, maka akan subsidi silang dengan kota/kabupaten yang kasusnya rendah,” ujar Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (14/12/2020).

     

    Jika masih belum cukup juga, Komite Kebijakan Covid-19 Jabar akan meminta bantuan TNI/Polri untuk mengaktifkan tenaga kesehatannya. “Apakah bisa di-cover oleh nakes TNI/Polri,” sebutnya.

     

    “Jabar ini luas jadi ada daerah yang bebannya rendah itu akan kita BKO ke daerah yang bebannya tinggi,” tambah Emil.

     

    Opsi terakhir, yakni mengaktifkan relawan yang telah direkrut dengan kemungkinan besar menambah lebih banyak relawan.

     

    Dengan strategi matang dan berbagai opsinya, Emil yakin semuanya berjalan lancar sehingga rasio keterisian tempat tidur bisa turun. Saat ini tingkat keterisian mencapai 75 persen.

     

    “Mungkin-minggu depan bisa turun dengan bertambahnya jumlah bed dan ruang isolasi mandiri,” ucapnya.

     

    Pada kesempatan tersebut, Emil menyampaikan, meski makin banyak pasien Covid-19, namun tingkat kesembuhan di Jabar per 13 Desember 2020 tetap tinggi yakni 81,98 persen, sementara angka nasional 81,90 persen. Tingkat kematian 1,6 persen di bawah angka nasional 3,0 persen. Trennya menurun selama 14 hari terakhir. Dan angka Reproduksi Efektif (Rt) per 9 Desember 2020 di angka 1,61.

     

    Adapun dari data per 7-13 Desember 2020, ada 8 daerah masuk Zona Merah (Risiko Tinggi), yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Depok, dan Kota Cimahi.

     

    “Kepada yang ada di Zona Merah untuk terus memperhatikan potensi yang akan terjadi,” tegas Ridwan Kamil. (*)

    Oleh: JuaraNews / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Peran IRMAS Dibutuhkan Dalam Mencegah Kenakalan Remaja
    Sigap Bencana, Jabar Susun Peta Rawan Bencana
    Besok Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS, Ini Sumpah yang Diucapkannya
    Seluruh Korban Longsor Sumedang Ditemukan
    Penyumbang Plasma Darah Penyintas Covid-19 Masih Rendah
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads