Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    IPO: Pemerintah Buktikan Kesuksesan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

    • Sabtu, 12 Desember 2020 | 21:00:00 WIB
    • 0 Komentar


    IPO: Pemerintah Buktikan Kesuksesan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
    Direktur eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah (Foto: Net)

    JuaraNews, Bandung - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi virus Corona berhasil dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 9 Desember 2020 lalu.

     

    Sebanyak 270 wilayah di Indonesia, yang terdiri atas 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota segera memiliki kepemimpinan baru.

     

    Dalam catatan Direktur EeksekutifIndonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, keberhasilan penyelenggaraan Pilkada menandai komitmen pemerintah atas penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

     

    "Apresiasi sangat layak diberikan, Kemendagri sebagai presentasi pemerintah, juga KPU, Bawaslu, bahkan kelompok masyarajat sipil yang tidak sungkan mengkritik sepanjang proses persiapan semisal Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Ini keberhasilan kolektif," kata Dedi dalam keterangan persnya, Sabtu (12/12/2020).

     

    Selain itu, Dedi menyoroti tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, menurutnya partisipasi pemilih menjadi bukti jika kepercayaan publik pada pemerintah juga tinggi.

     

    "Pemerintah juga berhasil membuktikan jika partisipasi pemilih di tengah pandemi cukup tinggi, ini menandai tingkat kepercayaan pada pemerintah yang juga tinggi, terutama terkait Pilkada. Partisipasi sendiri menjadi salah satu penanda kualitas pemilihan," terang Doktor Diplomasi Politik itu.

     

    Dedi melanjutkan, tingkat keberhasilan pemerintah berbanding terbalik dengan Parpol yang dinilai gagal menjaga partisipasi peserta Pilkada. Kondisi ini, menurutnya, perlu dievaluasi terkait pelaksanaan Pilkada dengan peserta tunggal, Parpol gagal menjadi penyuplai peserta.

     

    "Memang disayangkan ketika pemerintah telah berupaya memfasilitasi Pilkada, tetapi peserta tidak tersuplai dengan maksimal. Melawan kotak kosong harus dievaluasi, termasuk mempertimbangkan Pilkada asimetris jika tidak ada kompetisi dalam pemilihan," tutupnya. (*)

    Oleh: ridwan / rid

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Indonesia Siapkan Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran ke Arab Saudi
    Pandemi Covid-19, Buruh Berharap Banyak Pada Pemerintah
    Golkar Jabar Sosialisasi Omnibus Law Cipta Kerja, Nurul Arifin: Undang-undang Ini Lebih Banyak Manfa
    Asep “Acil” Saefudin: Sarbumusi Jabar akan Terus Advokasi Buruh
    Wagub Uu Dorong Sarbumusi Jabar Gelar Pelatihan bagi Pekerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads