Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Dorong Produktivitas, Pemprov Jabar Kembangkan Inovasi dan Teknologi Pertanian

    • Jumat, 11 Desember 2020 | 22:12:00 WIB
    • 0 Komentar


    Dorong Produktivitas, Pemprov Jabar Kembangkan Inovasi dan Teknologi Pertanian
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka West Java Food and Agriculture (WJFA) Summit 2020 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Kamis (10/12/2020). (istimewa/humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung – Pemprov Jabar berkomitmen mengembangkan inovasi dan teknologi di sektor pertanian. Tujuannya mendorong produktivitas pertanian di Jabar.

     

    Selain itu, pemanfaatan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi, produktivitas, efisiensi, dan daya saing produk pertanian. Pasar produk pertanian Jabar pun dapat diperluas.

     

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, Pemprov Jabar akan menerapkan science based agriculture atau pertanian berbasis sains untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menarik minat generasi muda.

     

    "Kita ingin mengembangkan teknologi pertanian. Drone terbang membawa pupuk cair disemprotkan, melihat penyiraman dengan mekanik. Jika musim kemarau, bisa menggunakan infus tetes," kata Emil dalam acara West Java Food and Agriculture (WJFA) Summit 2020 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Kamis (10/12/2020).

     

    Pemprov Jabar sudah menggagas inovasi dan tekonologi di bidang pertanian. Salah satunya adalah Sistem Informasi Peta Peruntukan Perkebunan (Si Perut Laper).

     

    Si Perut Laper menampilkan informasi kesesuaian lahan dan komoditas mulai dari lahan sesuai (S1), cukup sesuai (S2), kurang sesuai (S3), dan tidak sesuai (N). Tak hanya itu, Si Perut Laper juga dirancang untuk memperlihatkan faktor pembatas untuk kelas lahan di luar S1.

     

    Nilai plus Si Perut Laper lainnya adalah mampu memberikan solusi rekayasa faktor pembatas melalui rekomendasi pengelolaan lahan secara mekanik dan vegetative. Informasi tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan petani dalam memanfaatkan lahan secara optimal.

     

    Si Perut Laper Tingkatkan Pengunaan Lahan Tanam
    Kehadiran Si Perut Laper berkorelasi positif terhadap peningkatan penggunaan lahan tanam S1. Sebelum Si Perut Laper hadir, pada 2015, sebanyak 80 persen (390.534 hektare) dari luas tanam 488.167 hektare, komoditas perkebunan ditanam pada lahan di luar S1.

     

    Setelah Si Perut Laper hadir, terjadi peningkatan arah pemanfaatan lahan S1 sebesar 40 persen dan penurunan arah pemanfaatan lahan S2 dan S3 sebesar 60 persen. Peningkatan penggunaan lahan S1 dan penurunan penggunaan lahan S2 dan S3 menjadi indikator keberhasilan Si Perut Laper.

     

    Kemudian di sektor perikanan, ada ribuan kolam menggunakan teknologi smart auto feeder. Teknologi pemberi pakan itu dapat membuat hasil panen meningkat dua sampai empat kali lipat dalam setahun. Pendapatan pun otomatis ikut meningkat.

     

    "Jangan lupa perdagangannya dilatih, kami sudah membentuk pusat digital desa. Merupakan wadah bagi para penjual untuk mendaftarkan dagangannya untuk dijual secara digital di daerah masing-masing," ucap Emil.

     

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto mengatakan, pemanfaatan hasil inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis untuk memitigasi risiko krisis pangan global yang akan berdampak kepada Indonesia dan Jabar.

     

    "Kita harus mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan. Antara lain melalui kualitas dan produktivitas produksi pertanian menggunakan teknologi termasuk mekanisasi bahkan digitalisasi," ucap Herawanto.

     

    "Kemudian melibatkan partisipasi generasi milenial untuk Sumber Daya Manusia (SDM), menjaga distribusi pangan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, menjaga stok pangan untuk memenuhi kebutuhan distribusi melalui sarana dan prasarana pendukung melalui sistem resi gudang," imbuhnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Awali Tahun 2021, UPTD Balai Mektan Uji 2 Alat Mesin Pertanian
    PT Pos Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir Kalsel dan Gempa Majene Sulbar
    Ridwan Kamil Sebut Patimban City Akan Sokong Pengembangan Rebana Metropolitan
    Kuartal IV 2020, Realisasi Anggaran PEN Capai Rp579,8 Triliun
    Demi Kebutuhan Ekonomi, Seorang Kakek Buat Masker dari Kain
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads