Hot News


Inspirasi


    Belajar dari Kasus Cristiano Ronaldo

    • Jumat, 30 Oktober 2020 | 08:23:00 WIB
    • 0 Komentar


    Belajar dari Kasus Cristiano Ronaldo

    SEMUA media dari bebagai belahan dunia yang intens mewartakan kompetisi sepakbola Eropa, menjadikan kasus Cristiano Ronaldo positif terpapar Covid-19 sebagai menu utama di medianya. Tak ada yang menduga, pemain asal Portugal yang membela klub Juventus Italia itu bisa terpapar corona.

     

    Ronaldo cukup dikenal sangat disiplin dalam istirahat (tidur), menjaga kebugaran, dan memilih menu makanan untuk mendukung penampilan enerjik di dalam lapangan. Meski sekarang berusia 35 tahun, Ronaldo tidak memilki kendala dengan usianya.

     

    Ia memiliki fisik prima sehingga bisa tampil 90 menit dengan permainan intensitas tinggi. Namun, siapa sangka virus corona bisa masuk ke dalam tubuhnya. Ronaldo tidak percaya, dia mendapat hasil tes positif karena merasa tidak mengalami gejala apapun. Ya, Ronaldo masuk dalam klasifikasi sebagai orang tanpa gejala.

     

    Di balik sikap disiplin tingkat tinggi untuk menjaga penampilan di lapangan, dia ternyata masih lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Ronaldo beberapa kali kedapatan tidak memakai masker ketika sedang berjalan kaki di Italia dan Portugal sehingga mendapat teguran dari petugas setempat. Padahal, pada rute jalan yang dia lewati banyak aktivitas kerumunan orang.

     

    Alhasil, sikap abai Ronaldo dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak ketika bertemu orang dianggap sebagai sumber dia terpapar virus corona. Hingga Rabu, 28 Oktober 2020, atau 16 hari menjalani isolasi mandiri, dia masih dinyatakan positif. Ia sudah menjalani tiga kali tes Swab PCR. Pertama kali di tes tanggal 13 Maret, lalu berikutnya Kamis, 22 Maret, dan terakhir 28 Maret menjelang Juventus melawan Barcelona pada kualifikasi Liga Champions.

     

    Dari kasus Ronaldo tersebut, kita bisa memetik pelajaran bahwa virus corona bisa menyerang siapapun, tanpa melihat jabatan atau kedudukan seseorang. Virus bisa dengan mudah menyerang orang meskipun memiliki tingkat kebugaran sangat baik. Beruntung, Ronaldo tidak memiliki riwayat sakit parah, sehingga dia masih bisa bernafas menyaksikan kekalahan 0-2 Juventus dari Barcelona

     

    Kita jangan terlena bertemu saudara, sahabat, rekan kerja, atau siapapun yang secara kasat mata sehat tetapi tidak diketahui riwayat perjalanan hidupnya. Menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan adalah cara terbaik untuk menangkal virus corona masuk dalam tubuh kita.

     

    Kita bebas beraktivitas, tetapi tetap waspada terhadap lingkungan. Lebih baik saat beraktivitas batasi jumlah orang yang ditemui atau diajak lawan bicara, dan setelah bertemu tidak lupa mencuci tangan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kasus Cristiano Ronaldo. 

    (Irfan Suryadireja)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Mourinho Rindukan Telepon dari Maradona, Pep Guardiola: Dia Sosok Tak Tergantikan
    Gary Lineker Kenang Saat Maradona Juggling Pakai Kaos Kaki
    Duel Crystal Palace vs Newcastle Buka Pekan 10 Liga Inggris
    Arsenal Diizinkan Hadirkan Penonton ke Stadion Saat Hadapi Rapid Wina
    Beri Penghormatan kepada Maradona, Para Pemain Napoli Kenakan Nomor Punggung 10
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Jadwal Liga


        Data Statik Covid-19


        DATA COVID-19 INDONESIA

        😷 Positif:

        😊 Sembuh:

        😭 Meninggal:

        (Data: kawalcorona.com)

        Ads


        Klasemen Liga Dunia

        Tim M Point
        1. Arsenal 2 6
        2. Tottenham Hotspur 2 6
        3. Liverpool 2 6
        4. Everton 2 6
        Tampilkan Detail

        Klasemen Liga Indonesia

        Tim M Point
        1 Persib Bandung 3 9
        2 Bali United 3 7
        3 PSIS Semarang 3 6