Hot News


JN-TAM

Inspirasi


    Pemkot Bandung Fokus Percepatan Intervensi Stunting

    • Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:37:00 WIB
    • 0 Komentar


    Pemkot Bandung Fokus Percepatan Intervensi Stunting

    JuaraNews, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus fokus dalam penanganan stunting. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkot Bandung demi kesehatan masyarakat.

     

    Targetnya, terjadi penurunan prevalensi stunting dengan target 11,64 persen pada 2023. Sementara itu, prevelensi stunting hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Nasional 30,8 persen, Provinsi Jawa Barat 31,1 persen, dan Kota Bandung 21,92 persen. 

     

    "Sasarannya, yaitu meningkatkan kolaborasi di setiap tingkat untuk penanggulangan stunting juga meningkatkan peran aktif lembaga nonpemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan stunting baik intervensi gizi spesifik maupun sensitif," ujar Wali Kota Bandung Oded M Danial pada acara Penilaian Kinerja Stunting Tingkat Provinsi Jawa Barat di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (22/10/2020).

     

    Tak hanya itu, Oded pun memastikan, Pemkot Bandung menggencarkan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat edukasi. Serta meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat yang terlibat. 

     

    "Berbagai pelaksanaan aksi di tahun 2020 seperti analisa situasi, rencana kegiatan, rembug stunting, Peraturan Wali Kota, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi serta review kinerja audah dilaksanakan," jelasnya. 

     

    Oded menambahkan, terdapat berbagai strategi untuk penurunan stunting. Di antaranya meningkatkan kuantitas dan kapasitas SDM pengukur status gizi balita serta pengelola gizi puskesmas. 

     

    Berbagai upaya telah dilakukan. Menurut Oded, terdapat program untuk pencegahan stunting seperti, Ojek Makanan Balita (Omaba), Bekal Anak Sekolah Bergizi, enak dan Murah (Beas Bereum), Remaja Bandung Unggul Tanpa Anemia (Rembulan) dan Studi Intensif Gizi Untuk Remaja Indonesia Hebat (Sigurih). 

     

    "Juga ada Buruan Sehat, Alami dan Ekonomis (Buruan Sae), Tanggap Stunting Dengan Pangan Aman dan Sehat (Tanginas), Sasaya Asi Eksklusif (Sae), Sekemala Integrated Farming dan Teras Hijau Project," jelas Oded. 

     

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah menyampaikan, untuk penurunan stunting perlu adanya penguatan kolaborasi. 

     

    "Jadi siapa dan berbuat apa. Kita kerahkan dengan Satgas Penurunan Stunting. Stakeholder seperti PKK dan Forum Kota Sehat melakukan program percepatan. Ini tidak hanya jangka pendek tapi menengah dan panjang," jelas Siti Muntamah. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kasus Covid-19 di Kota Bandung Meningkat, Tempat Tidur Pasien di RS Mulai Penuh
    Langgar Prokes di Kota Bandung, Siap Disanksi
    Yana Pastikan Kota Bandung Masih Zona Oranye Covid-19
    Perketat AKB, Pemkot Bandung Bakal Tutup Sejumlah Ruang Publik
    Dispangtan Kota Bandung Pastikan Stok Pangan Aman Sampai Akhir Tahun
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads