Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    PMII Jabar Pertanyakan Sikap Ridwan Kamil dalam Menyikapi RUU Cipta Kerja

    • Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:57:00 WIB
    • 0 Komentar


    PMII Jabar Pertanyakan Sikap Ridwan Kamil dalam Menyikapi RUU Cipta Kerja
    PMII Jabar JuaraNews/Alvian Hamzah

    JuaraNews, Bandung - Konferensi pers yang digelar oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil pasca mengikuti rapat virtual bersama Presiden dan seluruh gubernur pada jumat (9/10) lalu, mendapatkan respon khusus dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat.


    Ketua PMII Jabar, Fachrurizal menilai sikap RK dalam konferensi pers tersebut tidak pro terhadap rakyat.


    "Beliau ini ambivalen (bermuka dua), kemarin kirim surat tembusan kepada Presiden terkait aspirasi buruh, sekarang terkesan mengarahkan rakyat dengan bilang kata Presiden Judicial Review (JR) saja ke MK kalau ga puas, ini kan tandanya beliau tidak pro terhadap rakyat," ujarnya kepada JuaraNews melalui pesan singkat Kamis (15/9/2020).

     


    Ia menegaskan, sejak awal sikap RK memang tidak pro terhadap rakyat. Hal itu terlihat dalam Surat Gubernur Jabar yang tidak menyatakan sikap penolakan apapun terkait UU Cipta Kerja, melainkan hanya menyampaikan aspirasi dari kalangan buruh saja.

     


    "Lihat kan apa saya bilang, beliau ini dari awal cuma pencitraan, memang ga ada sikap menolak UU Cipta Kerja. Jadi kemarin buruh itu kena prank." tegas Fras, sapaan akrab ketua PMII Jabar.

     


    Dia juga melihat sikap RK tersebut mengindikasikan bahwa beliau tergiur oleh kepentingan investasi di Jawa Barat.

     


    "Kan UU Cipta Kerja ini menyasar banyak kepentingan rakyat di Jabar, mulai dari Pendidikan, Agraria, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan, Masyarakat Adat, dan sebagainya. Jangan karena banyak Mega proyek dan investasi yang akan dilaksanakan di Jabar, kaya Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, Kereta Cepat, dan sebagainya, beliau lantas tutup mata terhadap kepentingan rakyatnya yang sedang terancam," ungkapnya.

     

    Selain itu, Fras juga mempertanyakan terkait rencana Gubernur Jabar yang akan mengumpulkan semua stakeholder untuk mengklarifikasi Pasal-pasal yang dianggap bermasalah di UU Cipta Kerja.

     

    "Pertanyaannya begini, kalau nanti benar ada banyak pasal yang mengancam kita, terus itu Gubernur mau ngapain? Siap ga tuh buat tim atas nama Gubernur untuk JR ke MK?,"pungkasnya. (Alv)

    Oleh: alvian hamzah / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pempov Jabar Usulkan Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah
    Marak Hoax Vaksin Covid-19, dr Reisa Imbau Masyarakat Cari Informasi di Sumber Resmi
    Dampak Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Jabar Meningkat
    Menkes Budi Sebut Testing Covid-19 Salah Secara Epidemiologi, Begini Kata Ridwan Kamil
    Bupati dan Wabup Pangandaran Positif Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads