Hot News


Inspirasi


    Tb Hasanuddin: Pergantian Jenderal Gatot Nurmantyo Tak Ada Hubungannya dengan Nobar Film G30S/PKI

    Tb Hasanuddin: Pergantian Jenderal Gatot Nurmantyo Tak Ada Hubungannya dengan Nobar Film G30S/PKI

    • Kamis, 24 September 2020 | 21:11:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan Mayjen TNI (Puàààrn) TB Hasanuddin menegaskan, pergantian jabatan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI murni karena sudah habis masa jabatannya.

     

    Menurut Hasanuddin, pergantian Gatot sebagai panglima TNI tak ada hubungannya dengan perintah untuk menonton film G30S/PKI.

     

    "Tak ada hubungannya sama sekali. Yang bersangkutan (Gatot Nurmantyo) memang sudah  mendekati selesai masa jabatannya dan akan segera memasuki masa pensiun," kata anggota Komisi I DPR RI ini.

     

    Dia memaparkan, Jenderal Gatot Nurmantyo lahir di Tegal, tanggal 13 Maret 1960. Menurut ketentuan, kata Hasanuddin, Gatot pensiun pada tanggal 1 April 2018.

     

    Gatot, imbuhnya, naik menjadi Panglima TNI pada tanggal 8 Juli 2015 dan pergantian Panglima TNI dilakukan pada  tanggal 8 Desemberà 2017

     

    "Kalau dihitung setelah selesai melaksanakan jabatan jadi Panglima TNI,  masih ada sisa waktu 3 bulan sampai dengan akhir Maret, tapi itu hal yang lumrah. Tidak harus lepas jabatan itu tepat pada masa pensiun, banyak perwira tinggi sebelum pensiun sudah mengakhiri jabatannya ," tuturnya.

     

    Menurut Hasanuddin, mengacu pada Pasal 13 UU TNI No 34 tahun 2004, ayat (1) TNI dipimpin oleh seorang Panglima.

     

    Kemudian pada ayat (2) berbunyi  : Panglima sebagaimana di maksud pada ayat 1 diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah persetujuan DPR .

     

    Dia mengatakan, pengangkatan Jenderal Gatot Nurmantyo itu dengan persetujuan DPR, dan pemberhentian pun atas persetujuan DPR juga.

     

    DPR, ketika itu telah menyepakati untuk memberhentikan yang bersangkutan dan mengangkat Panglima TNI yang baru. Seluruh fraksi di DPR semuanya aklamasi setuju memberhentikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo .

     

    "Jadi tak ada permasalahan yang harus diramaikan, pergantian Panglima TNI merupakan hak preogatif Presiden dan hal yang biasa. Tak ada hubungannya dengan nobar film G30s/PKI , jadi jangan melebar kemana-mana. Jabatan itu tak ada yang abadi  , pada suatu saat ada akhirnya," tandasnya.

     

    Sebelumnya mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melalui akun Youtube Hersubeno Point menyebut pergantian dirinya sebagai panglima TNI kala itu akibat perintah menonton film G30s/PKI.

     

    Gatot menyebut ada seorang politikus PDI Perjuangan mengingatkannya untuk menghentikan perintah nobar film G30S/PKI. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Didominasi Pemuda, Alumni Muda Padjadjaran: Pemuda Punya Potensi Besar
    Ridwan Kamil Imbau Kepala Daerah Tingkatkan Pengamanan Protokol Kesehatan saat Libur Panjang
    IKA Unpad Rangkul Mahasiswa Peringati Hari Sumpah Pemuda
    Pemprov Jabar Salurkan Bansos Tahap 3 ke 27 Kota/Kabupaten
    Istri Berjuang Lawan Virus Berhari-hari, Setelah Suami Meninggal Akibat Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads