ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Ridwan Kamil Mulai Rangkaian sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19
    (istimewa/humas pemprov jabar) Ridwan Kamil dan istri saat mengikuti uji klinis

    Ridwan Kamil Mulai Rangkaian sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

    • Selasa, 25 Agustus 2020 | 23:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Gubernur Jabar yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil memulai rangkaian sebagai relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020).

     

    Proses uji klinis vaksin Sinovac oleh BUMN Bio Farma dan FK Unpad ini berlangsung dalam 5 tahap atau kunjungan selama lebih kurang 6 bulan.

     

    Pada kunjungan pertama (V0) ini, Kang Emil bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kepala Kejati Jabar Ade Adhyaksa yang turut menjadi relawan, mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan.

     

    Selain melakukan uji usab (swab test) metode Polymerase Chain Reaction (PCR) serta pengecekan tinggi badan, berat badan, riwayat kesehatan, dan kondisi tubuh lain khususnya dada, Emil dan rombongan juga mendapat penjelasan terkait risiko uji klinis hingga menandatangani perjanjian sukarela sebagai relawan.

     

    “Saya hari ini bersama Kapolda Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Kajati Jawa Barat, termasuk istri saya (yang mengantar), hadir di Puskesmas Garuda di Kota Bandung sebagai salah satu tempat pengetesan tes vaksin Covid-19 dari sekian tempat yang resmi digunakan untuk pengetesan,” kata Emil yang turut didampingi sang istri, Atalia Praratya Ridwan Kamil.

     

    “Ini adalah kunjungan pertama dari 5 kunjungan yang akan kami lakukan sampai 6 bulan ke depan,” tambahnya.

     

    Jika lolos V0, kata Emil, kunjungan kedua (V1) dijadwalkan berlangsung 3 hari kemudian atau pada Jumat (28/8/2020) mendatang.

     

    Dalam kunjungan kedua dan ketiga (V2) nanti, Emil menjelaskan bahwa suntikan yang diberikan kepada masing-masing relawan dipilih secara acak antara vaksin dan plasebo (vaksin palsu) berisi air.

     

    “Nanti dibandingkan, akan dilihat (antara) yang diberi vaksin dengan yang tidak (plasebo) secara acak apakah hasilnya betul-betul jomplang,” ucap Emil.

     

    Kang Emil mengatakan, jika uji klinis fase 3 ini berhasil, maka vaksin yang akan diproduksi di dalam negeri atau diproduksi sendiri oleh Bio Farma yang berkantor pusat di Kota Bandung ini memiliki keuntungan soal harga.

     

    “(Jika lancar), maka bulan Januari (2021) produksi di Bio Farma akan dilakukan sehingga secepatnya akan diberikan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Kang Emil.

     

    Selain itu, Emil berharap, keterlibatan dirinya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar sebagai relawan bisa memberikan ketenangan dan keyakinan kepada masyarakat juga untuk menghindari berbagai informasi bohong atau hoaks terkait vaksin Covid-19.

     

    “Kami bersama masyarakat. Kami pilih tempat pengetesannya di Puskesmas. Jadi, tadi dalam 1 ruangan ada 8 orang, empatnya adalah kami (Forkopimda Jabar) dan empatnya lagi warga biasa. Mudah-mudahan dengan kami ikut, masyarakat tenang bahwa vaksin ini akan hadir,” papar Emil.

     

    “Tolong percaya dan yakin bahwa ini proses yang paling baik dan insya Allah paling murah dibanding proses lain. Karena (vaksin) akan diproduksi oleh industri yang ada di Jawa Barat sendiri. Mohon doanya dari masyarakat agar kami tetap sehat untuk melayani masyarakat dalam situasi pandemi ini,” ucapnya.

     

    Emil pun menegaskan, setelah dimulainya rangkaian sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19, dirinya dan Forkompimda Jabar lain akan tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mecuci tangan dengan sabun.

     

    “Setelah ini kami akan tetap melakukan kegiatan seperti biasa, tidak ada perubahan. Tetap jaga jarak, pakai masker, rajin mencuci tangan. Hanya nanti dalam prosesnya kalau ada gejala-gejala (setelah mengikuti uji klinis) kami diminta segera melapor,” jelas Emil.

     

    Untuk diketahui, terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac. Dari jumlah tersebut, dipilih 1.620 orang yang memenuhi kriteria, salah satunya tidak memiliki penyakit bawaan.

     

    Dari dua fase uji klinis sebelumnya di negara asalnya, vaksin Sinovac tidak memberikan efek samping. Hal itu menjadi optimisme tim uji klinis dari Bio Farma dan FK Unpad bahwa proses uji klinis terhadap vaksin Sinovac akan berjalan lancar. (*)

    Oleh: JuaraNews / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Di Kota Bandung, Irfan Suryanegara Juga Didorong Jadi Gubernur Jabar 2023
    Presiden Jokowi tak Setuju Pilkada 2020 Ditunda
    Kasus Covid-19 di Jabar Naik-Turun, Pemprov Wajibkan Protokol Terapi Pasien di RS Rujukan
    Soal Netralitas ASN di Pilkada Serentak, BKKBN: Tidak Harus Berpihak
    Tingkatkan Kewenangan Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19, Pergub No 60 Didorong jadi Perda
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads