ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Timnas Squash Indonesia Latih Tanding di Bandung

    Timnas Squash Indonesia Latih Tanding di Bandung

    JuaraNews, Bandung - Tim nasional squash Indonesia mengasah kemampuan mereka di Kota Bandung sebelum menjalani pelaksanaan training center (TC) di Hongkong. Pada gelaran SEA Games XVIII/2015 di Singapura, timnas Squash menargetkan bisa menembus babak final.

    Selama dua hari, 16-17 April, tim pelatnas Squash Indonesia berlatih bersama atlet Squash Jabar di lapangan Squash Siliwangi Center, Jalan Lombok, Kota Bandung. Selain melakukan latihan bersama, tim pelatnas squash pun menggelar latih tanding melawan tim squash pelatda PON XIX/2016 Jawa Barat.

    "Kita memilih untuk berlatih di Bandung karena memiliki potensi atlet yang cukup banyak untuk latih tanding. Selain itu, mencari lapangan Squash pun tidak sulit," ujar Pelatih Kepala Squash Indonesia asal Singapura, Simon Yang saat ditemui wartawan di lapangan Squash Siliwangi Center, Kamis (16/4/2015).

    Tim pelatnas Squash yang dipersiapkan untuk SEA Games XVIII/2015 yang menjalani latihan serta uji tanding di Kota Bandung sebanyak empat atlet putra dan tiga atlet putri. Usai menggelar latihan bersama pada Kamis (16/4/2015) pagi, mereka pun menjajal kekuatan atlet Pelatda Squash Jabar pada petang harinya.

    Pelaksanaan latih tanding di Kota Bandung, lanjutnya, merupakan salah satu program pelatnas sebelum menggelar TC di Hongkong. Rencananya, pelaksanaan TC di Hongkong akan digelar sekitar satu bulan hingga Akhir Mei 2015 mendatang.

    "Seminggu sebelum pelaksanaan SEA Games 2015 di Singapura dimulai, kita baru balik ke Indonesia. Di Hongkong sendiri, selain melakukan latihan, kita akan mengikuti beberapa kejuaraan tingkat lokal disana," tuturnya.

    Terkait target, Simon pun ogah muluk-muluk. Dirinya hanya menargetkan untuk bisa mencapai babak final di ajang multieven olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Minimal, medali perak bisa dibawa pulang ke tanah air.

    "Target realistis kita memang meraih medali perak. Pasalnya, ada Malaysia yang menjadi pesaing terkuat. Banyak atlet squash asal Malaysia yang sudah menempati posisi ranking dunia. MUdah-mudahan kita bisa mencuri medali dari nomor ganda putra maupun single putra," terangnya.

    Selain Malaysia, lanjutnya, pesaing lain yang mungkin bisa menjadi batu penghalang yakni tim daru tuan rumah, Singapura. Meski demikian, Simon cukup yakin jika atlet Squash Indonesia bisa bersaing menghadapi atlet squash Singapura.

    "Indonesia dan Singapura sama-sama tidak memiliki atlet yang masuk ranking dunia. Jadi saya pikir, kita bisa mengalahkan Singapura," tandasnya.

    Sementara itu, Pelatih Squash Pelatda PON XIX/2016 Jabar, Kusnadi Leo mengaku sangat beruntung bisa melakukan latihan bersama dan latih tanding bersama tim pelatnas squash SEA Games 2015 Indonesia. Pasalnya, banyak keuntungan yang bisa diraih dalam persiapan menuju PON XIX/2016 mendatang.

    "Dengan kedatangan timnas, kita bisa menguji sampai sejauh mana hasil latihan atlet kita selama ini. Karena kita sendiri sudah menggelar pelatda sejak satu tahun silam, meski dari KONI Jabar baru menetapkannya sejak Januari 2015 lalu. Selain itu, kita pun bisa mengukur kekuatan atlet kita dan atlet daerah lain yang masuk dalam kerangka timnas squash," tandas Kusnadi. (*)

    Oleh: ageng rustandi / ang

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Atalia Kamil: Pentingnya Komunikasi Efektif di Masa Pandemi
    Solidaritas Sesama di Tengah Pandemi, PSI Jabar Bagikan Nasi Bungkus
    DPRD Jabar Tak Ingin Ada Klaster Baru Covid-19 di Pilkada Serentak
    Tekan Kasus Positif Covid-19,  Pemprov Jabar Bentuk Tim Khusus
    Keselamatan Tenaga Kesehatan Sama Pentingnya dengan Pasien
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads