Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Penambahan Kasus COVID-19 di Jabar Kembali Terkendali

    Penambahan Kasus COVID-19 di Jabar Kembali Terkendali

    JuaraNews, Bandung-Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, penambahan kasus positif COVID-19 Jabar sudah dapat dipahami setelah terjadi lonjakan dari klaster institusi pendidikan kenegaraan.

     

    “Kasus di Jabar sudah kembali ke pola yang kami pahami. Kemarin, di hari Minggu, terlaporkan kasus positif bertambah 27. Itu rekor terendah selama enam minggu terakhir setelah dilakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (20/7/20).

     

    Kang Emil melaporkan, semua pasien positif COVID-19 pada klaster institusi pendidikan kenegaraan di Kota Cimahi sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan, 468 dari 1.308 pasien positif pada klaster institusi pendidikan kenegaraan Kota Bandung sudah dinyatakan sembuh.

     

    “Ada 400-an itu sudah sembuh (pada klaster institusi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung). Ini menunjukkan, prediksi kami bahwa OTG-OTG (Orang Tanpa Gejala) di institusi kenegaraan cenderung semuanya membaik dan sehat,” ucapnya.

     

    Dalam rapat mingguan, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, angka reproduksi kasus COVID-19 terhadap waktu (Rt) COVID-19 per 16 Juli 2020 berada di angka 0,75.

     

    Selain itu, Setiawan melaporkan, Jabar berada di peringkat 25 secara nasional untuk indeks kasus terkonfirmasi positif dihitung dari populasi. "Setiap 1 juta populasi penduduk Jawa Barat terdapat kurang lebih 111 kasus positif COVID-19,” kata Setiawan.

     

    Setiawan menyatakan, tingkat keterisian ruang perawatan COVID-19 di rumah sakit rujukan terus berkurang. "Dari 11 Juli 2020 asalnya 29,38 persen dan 18 Juli 2020 menjadi 27,35 persen. Sedangkan di IGD dan ICU juga relatif rendah yaitu IGD hanya 4,3 persen dari ketersediaan 437 dan ICU terisi hanya 15,7 persen dari ketersediaan 241,” katanya.

     

    “Dan WHO mengatakan bahwa ketersediaan ruang isolasi ini harus di bawah 60 persen. Jadi, kami di Jawa Barat melihat masih di bawah jauh dari standar WHO tersebut,” tambahnya.

     

    Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Senin (20/7/20) pukul 15:00 WIB, 2.178 pasien COVID-19 sudah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah pasien positif COVID-19 yakni 5.488 orang, 3.120 pasien positif aktif, dan 190 meninggal dunia.

     

    Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11.528, selesai pengawasan 10.655 orang, dan pasien masih dalam pengawasan sebanyak 873 orang. Untuk ODP sebanyak 56.456 orang, selesai pemantauan sebanyak 54.903 orang, dan orang masih dalam pemantauan sebanyak 1.553 orang.(*).

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Presiden Jokowi Saksikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Produk Bio Farma
    Gerakan Bermasker di  Masyarakat, Kolaborasi Multi Pihak Kunci Pencegahan   
    Penularan Ditekan hingga 90.  Butuh Dukungan Kolektif Kampanye Penggunaan Masker
    Curhat ke Jokowi Soal Penerima Bansos,Ridwan Kamil: Saya Sedih, Rakyat Jabar Tangannya Dibawah
    Joki Coklit Kembali Berulah, Kini PPDP Pilkada Serentak 2020 Jadi Sasaran
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads