Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Edi Rusyandi: Denda Masker Harus Miliki Dasar Hukum yang Kuat

    Edi Rusyandi: Denda Masker Harus Miliki Dasar Hukum yang Kuat

    JuaraNews, Bandung – Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar Edi Rusyandi mengatakan wacana penerapan sanksi pada masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum harus memiliki dasar hukum yang kuat. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat paham dan dapat mengikuti aturan tersebut.

     

    “Jika pun ada sanksi harus dipastikan dengan dasar hukum yang kuat. Tidak cukup dengan surat keputusan atau peraturan kepala daerah. Bentuk sanksi kepada masyarakat itu aturannya harus berupa peraturan daerah. Dan hingga kini mungkin kita belum diajak bicara,” kata Edi dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/7/2020).

     

    Dia menyarakan, lebih baik sanksi denda tersebut diubah menjadi sanksi sosial. Menurutnya, di tengah kondisi saat ini ekonomi masyarakat sedang sulit, seyogyanya Pemprov Jabar mengukur dan mempertimbangkan sebelum kebijakan ini.

     

    “Kita juga harus mengukur kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini yang serba sulit dan berat. Bisa berupa membereskan fasilitas umum, bersih bersih misalnya. Dan pemda atau para petugas   menyediakan masker untuk dibagikan bagi masyarakat yang tidak memiliki. Itu rasanya jauh elok dan edukatif,” ucapnya.

     

    Wakil Ketua GP Ansor Jabar itu menjelaskan, sebelum lebih jauh diterapkan sanksi alangkah baiknya pemerintah lebih serius lagi dalam memberikan penyadaran berupa edukasi pentingnya penggunaan masker dan kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat luas.

     

    “Pendekatan dan Instrumennya banyak. Bisa mengerahkan berbagai aparatus pemerintahan yang ada hingga level terbawah. Mendorong tiap desa, RT, RW untuk lebih giat lagi sosialisasi berlomba menjadikan wilayahnya tangguh Covid-19. Selain itu, bisa pula menggandeng para pegiat media sosial membuat konten konten kreatif untuk disebarluaskan,” jelasnya.

     

    Kendati demikian, Edi menyebut  kebijakan tersebut sebagai niat baik Pemprov Jabar dalam mendisiplinkan masyarakat, bentuk ketegasan,  dan membuat efek jera dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. “Fakta di lapangan masih banyak masyarakat yang belum patuh dengan imbauan pemerintah. Kondisi ini butuh ketegasan dari pemerintah,” tutupnya. (*)

    Oleh: ridwan / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Abdy: Daya Serap Anggaran Mitra Komisi I Jadi Perhatian
    Komisi I Minta Pengelolaan Aset Pemprov Dimaksimalkan Lagi
    Abdy: Pemekaran DOB di Jawa Barat Selama Ini Berhasil
    Wacana DOB Terus Bergulir, Anggota DPRD Berharap Moratorium Segera Dicabut
    Sebagai Anggota Dewan Termuda, Reynaldi Merasa Tidak Terbebani
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads