Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Khawatir Tularkan Covid-19, Perhatikan Peredaran Udara di Ruang Ber-AC
    (bnpb.go.id) Reisa Broto Asmoro

    Khawatir Tularkan Covid-19, Perhatikan Peredaran Udara di Ruang Ber-AC

    Juara, Jakarta – Penelitian karateristik virus SARS-CoV-2 masih terus dilakukan oleh para ahli. Ilmu mengenai covid-19 juga masih terus berkembang. Pengetahuan manusia tentang penyakit yang sangat baru ini akan terus berubah, berkembang sesuai penemuan dan penelitian terbaru.

     

    Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dr. Reisa Broto Asmoro, menyampaikan, beberapa hari belakangan ini muncul kekhawatiran masyarakat terkait penularan covid-19 yang disebarkan melalui udara atau airborne.

     

    Meskipun penelitian mengenai konteks tersebut terus dikaji, setiap individu perlu tetap waspada dan siap siaga untuk mengantisipasi potensi penularan, khususnya terkait peredaran udara di ruang tertutup berpendingin atau air conditioner.

     

    Reisa berpesan, pertama, ventilasi atau sirkulasi udara dalam ruangan harus benar-benar diperhatikan.

     

    “Maka, pastikan ruang kerja atau ruang tempat kita beraktivitas memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari,” ujar  Reisa pada konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa (14/7,2020).

     

    Kedua, pastikan menjaga jarak di dalam ruangan dan hindari ruangan yang terlalu banyak orang.

     

    Ketiga, selalu pakai masker selama masih berada di luar rumah atau di tempat umum termasuk di ruangan kantor.

     

    Keempat, hindari memegang permukaan benda yang kotor digunakan bersama dengan orang lain.

     

    “Segera mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer, jika terlanjur memegang permukaan benda tersebut. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi. Ingat, mata pun memiliki saluran langsung menuju ke saluran pernapasan. Artinya, mata bisa menjadi jalur masuknya virus SARS CoV-2  penyebab covid-19 ini.

     

    Kelima, bersihkan permukaan-permukaan benda yang ada di sekitar ruangan dengan cairan desinfektan secara teratur.

     

    Ia menyampaikan pula, semua harus benar-benar mengerti bagaimana, kapan, dan dalam situasi penyebaran virus SARS CoV-2 terjadi antarmanusia. Dalam pernyataan resmi Badan Kesehatan Dunia atau WHO, lsnjut dia,  pada 9 Juli 2020, diterangkan bahwa transmisi atau penularan SARS CoV-2 terjadi terutama melalui percikan atau buliran air liur atau droplets, baik secara langsung atau tidak langsung ataupun kontak dekat.

     

    Ia menyebutks, dalam suatu penelitian, transmisi lewat udara dapat terjadi pada prosedur yang menimbulkan aerosol seperti di fasilitas kesehatan, seperti melalui bronkoskopi, intubasi trakea, pemberian tekanan pada dada saat resusitasi jantung, dan kegiatan serupa lainnya.

     

    Dia mengatakan, percikan air liur atau droplets yang dikeluarkan ketika seseorang itu batuk, bersin, berbicara atau bahkan bernyanyi. WHO mendefinisikan penularan melalui udara sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh penyebaran aerosol, yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

     

    Menurut Reisa, teori menunjukkan bahwa sejumlah droplets pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Aerosol sendiri itu adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil, sehingga dapat melayang di udara.

     

    “Saya ulangi lagi, droplets adalah buliran dengan ukuran partikel lebih dari 5 mikrometer. Sedangkan aerosol ukurannya lebih kecil lagi, yakni kurang dari 5 mikrometer. Dan airborne adalah penularan via aerosol dalam jarak jauh,” ujarnya.

    Ganti Masker 4 Jam Sekali

    Ia memberikan tips tambahan untuk pencegaha penularan covid-19. Semua harus memakai masker dengan benar.

     

    “Pastikan tidak memegang bagian luar, pastikan hanya memegang tali saat mencopot masker. Tidak diturunkan ke dagu, apa lagi jarang mengganti masker. Ingat, ganti masker setiap 4 jam sekali, atau apabila basah atau lembab. Ini penting sekali diperhatikan agar terhindar dari infeksi kuman yang menempel pada masker,” katanya.

                                                      

    Lebih anjut ia mengatakan, beberapa penelitian dan tim pakar menyarankan penggunaan air purifier dan atau lampu dengan sinar ultraviolet C, itu juga akan membantu mengurangi risiko penularan. (*)

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Relaksasi Tempat Hiburan Tergantung Permohonan Pengusaha
    Tingkatkan Pelayanan Balai, DPRD Jabar berharap Pempov Tambah Anggaran Dinsos
    Begini Syarat Penerima Subsidi Prakerja dari Pemerintah
    Milenial RW 02 Ledeng Ubah Selokan Jadi Bersih dan Penuh Ikan
    Imbas Covid-19, Menaker: Ratusan Ribu Buruh di Jabar di PHK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads