Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Perlindungan Terhadap Covid 19 tak Maksimal, Mengenakan Face Shield Tanpa Masker
    (newchic) Ilustrasi

    Perlindungan Terhadap Covid 19 tak Maksimal, Mengenakan Face Shield Tanpa Masker

     

    JuaraNews, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, kembali menegaskan, penggunaan topeng wajah transparan atau face shield tanpa masker penutup mulut dan hidung tidak dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap cemaran virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19.

     

    “Menggunakan face shield saja tanpa masker, tidak akan memberikan perlindungan yang maksimal,” ujar Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (12/7).

     

    Menurut Yuri, pada dasarnya penggunaan face shield hanya sebatas mampu melindungi penggunanya dari droplets yang besar, tidak menjamin partikel micro droplet lantas tidak terhirup ke dalam mulut atau hidung. Partikel micro droplet dapat berada di udara dalam waktu yang relatif lama dan berpotensi terhirup secara tidak sengaja.

     

    “Micro droplet ini, ukurannya lebih kecil dan bisa berada di udara untuk waktu yang relatif lama,” ujar Yuri.

     

    "Oleh karena itu, penggunaan masker mutlak harus dilakukan, harus dikerjakan. Bukan face shield. Karena, kita tahu pada micro dorplet, dia akan mengambang di udara,” imbuhnya.

     

    Dalam hal ini Yuri menyarankan face shield lebih baik digunakan sebagai tambahan dari penggunaan masker.Tapi dia tetap tidak menyarankan jika seseorang hanya menggunakan face shield tanpa masker.

     

    "Kita tidak boleh mengandalkan hanya menggunakan face shield saja. Gunakan masker. Ini yang penting, dan gunakan masker apapun,” katanya.

     

    Sebagai informasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan C9vid-19 telah mengumumkan, penambahan data kasus COVID-19 per Minggu (12/7/2020) ada 1.681 orang yang terkonfirmasi positif, sehingga akumulasinya menjadi 75.699.

     

    Dari beberapa informasi pemberitaan yag disampaikan WHO), diyakini bahwa penularan virus yang terjadi melalui cemaran droplet. Oleh karena itu, masyarakat agar dapat mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menjaga jarak.

     

    Dari penambahan angka kasus yang diperbarui kemari, ada 71 pasien meninggal dan total akumulasinya menjadi 3.606. Kemudian ada 919 orang yang dinyatakan negatif atau sembuh sehingga totalnya menjadi 35.638 orang.(*)

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jaga Kesehatan! Pesan Doni Kepada Sukarelawan Penanganan Covid19
    Di Papua Cukup Menonjol, Kesembuhan Harian di Sejumlah Daerah Naik Pesat
    Warnet Covid-19 Hadir di Lembur Tohaga Lodaya Lingkar Selatan
    Gerakan Kebiasaan Bermasker Melalui Pendekatan Agama
    Pemerintah Umumkan Penyesuaian Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads