Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Ridwan Kamil Ungkap Dua Klaster Baru Covid-19
    (humas jabar) Ridwan Kamil

    Ridwan Kamil Ungkap Dua Klaster Baru Covid-19

    JuaraNews, Bandung - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, saat ini ada 2 klaster baru yang sedang ditangani dan terkendali.

     

    Dua klaster baru tersebut yakni klaster industri dan klaster institusi pendidikan kenegaraan di Bandung Raya.

     

    Di kedua klaster ini, GTPP telah melacak secara massif dengan hasil yang cukup menggembirakan. Untuk klaster industri diketahui ternyata penularan mayoritas terjadi di tempat kos karyawan yang bekerja pada beberapa pabrik.

     

    "Kita sudah lakukan tracing yang sangat masif karena ternyata dia ngekosnya berkumpul dengan karyawan dari pabrik lain. Tapi alhamdulillah sudah terkendali dari sisi penyebaran tidak terjadi penambahan yang masif," kata Emil saat jumpa pers di halaman Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

     

    Sementara untuk klaster institusi pendidikan kenegaraan, ia tak menyebut nama institusi maupun lokasinya. Namun pelacakan sudah dilakukan bahkan akan sampai pada uji usap (PCR) anggota keluarga yang bersangkutan.

     

    "Tidak satu (institusi) tapi ada beberapa. Itu juga sudah di-tracing dan hari ini sampai minggu depan kita akan lakukan testing PCR kepada keluarganya," ujarnya.

     

    Data dari https://pikobar.jabarprov.go.id per 7 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, kasus terkonfirmasi di Jabar 3.779 dengan positif aktif 1.836 atau meningkat 32 kasus. Sementara yang sembuh 1.763 bertambah 45 orang atau melebihi dari pertambahan yang positif. Meninggal dunia 180 orang bertambah dua orang. Sementara jumlah PDP yang masih diawasi 1.226 orang dan ODP yang masih dipantau 2.491 orang.

     

    Emil menginstruksikan seluruh kabupaten/kota rutin melaporkan data kasus secara cepat dan transparan karena keputusan GTPP harus selalu berdasarkan data.

     

    "Jadi kalau data daerah belum lengkap cara kita merespons juga kurang optimal. Karena data Jabar ini akumulasi 27 daerah maka saya minta daerah melaporkan data secara cepat dan transparan," kata Emil.

     

    Gubernur Jabar ini juga meminta daerah meningkatkan sistem pelacakan. Sebab kunci penanganan Covid-19 adalah pelacakan, pengetesan dan isolasi.

     

    "Partisipasi menurut WHO adalah kunci pengendalian covid-19 sehingga kesiapan-kesiapan testing di daerah juga harus diperkuat khususnya dengan tes PCR yang targetnya minimal 10 ribu hingga 15 ribu PCR testing per minggu," ucapnya.

     

    GTTP Jabar dan 27 daerah juga akan memperkuat kampanye di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang menganggap AKB adalah kehidupan normal seperti sebelum ada Covid-19.

     

    "Jadi dua minggu ke depan edukasi dalam bentuk video, iklan dan lainnya harus ditingkatkan di level kota/kabupaten dan provinsi terkait AKB ini," tuturnya.

     

    Gubernur menegaskan bahwa Jabar saat ini masih melaksanakan PSBB yakni PSBB proporsional di Bodebek dan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di kawasan non Bodebek.

     

    GTPP juga telah menambah satu lagi tipe tempat rawan Covid-19 yang harus diwaspadai yaitu asrama. Sebelumnya tempat rawan yang jadi bidikan hanya pasar, tempat wisata, dan stasiun/terminal. Untuk itu, dalam 2 pekan mendatang GTPP akan fokus juga melakuan pengetesan di asrama-asrama pendidikan.

     

    "Tempat rawan saya tambahi satu tipe dari yang sebelumnya yaitu pasar, tempat wisata, stasiun/terminal kini ditambah tempat berasrama yang akan menjadi pusat perhatian kita dalam pengetesan dalam dua minggu kedepan," sebut Gubernur.

     

    Langkah ini juga terkait dengan angka reproduksi efektif (Rt) yang masih dinamis. Dalam dua minggu ini dilaporkan Rt Jabar menyentuh angka median 0,91. Walaupun sempat menyentuh angka 0,4, namun dalam rentang waktu dua minggu tersebut juga pernah menyentuh angka 1.

     

    Oleh karena itu segala langkah di kabupateb/kota harus dilakukan ektra hati- hati. Termasuk pembukaan sekolah umum. Kang Emil menegaskan KBM di sekolah hanya diizinkan di daerah dengan Zona Hijau, yakni Kota Sukabumi. Sementara Zona Biru ke bawah masih belum diperkenankan KBM di sekolah.

     

    "Kurikulum sekolah memang mulainya 13 Juli 2020 tapi pertemuan fisiknya kan tidak boleh kecuali masuk Zona Hijau yang sudah diizinkan atas koordinasi gugus tugas provinsi dan pusat," tegasnya.

     

    Gubernur mengingatkan sekolah swasta yang tidak dalam kendali langsung pemerintah tidak boleh ada kegiatan belajar fisik. Saat ini yang baru diizinkan melakukan pertemuan fisik, yaitu sekolah di Kota Sukabumi yang sudah zona hijau. Rencananya besok Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin akan meninjau langsung proses AKB di SMUN 4 kota Sukabumi.

     

    "Besok Pak Wapres ingin mengetahui proses AKB di sekolah seperti apa," ujar dia.

     

    Di tempat terpisah, Sekretaris GTPP Jabar Daud Achmad meminta pada masa AKB ini para orang tua tidak membawa anak kecil ke tempat wisata alam terbuka yang sudah mulai dibuka di beberapa tempat. Menurutnya, sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak kecil rawan terpapar Covid-19 dari orang dewasa dan berpotensi besar menularkannya kepada orang lanjut usia.

     

    “Di masa AKB agar orang tua tidak membawa anak ke luar rumah. Anak-anak tetap diupayakan tinggal di rumah,” katanya. (*)

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Fatayat NU Jabar Siap Kembangkan Wirausaha Disabilitas
    Dimasa AKB Peran Masyarakat Sangat Penting Lawan Covid-19
    Pempov Jabar Dorong Pangandaran Jadi Pariwisata Unggulan
    Selenggarakan Musda di Lokasi Bencana, Wawan Hikal Terpilih Aklamasi
    Ini Syarat Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads