Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Longsor Kota Palopo, 9 Rumah Rusak Berat
    (bnpb.go.id) Longsor di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat

    Longsor Kota Palopo, 9 Rumah Rusak Berat

    JuaraNews, Palopo – Longsor mengakibatkan 9 rumah warga rusak berat di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (26/6), pukul 16.00 waktu setempat.

     

    BPBD Kota Palopo melaporkan longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil.

     

    Selain merusak rumah warga, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyebutkan, longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus.

     

    “BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa,” kata Raditya dalam keterangan persnya, Sabtu (27/6/2020).

     

    Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah yang sama sepekan lalu. Pascainsiden, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan. Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak. Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu.

     

    Menurut Raditya, Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektare, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektare. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa.

     

    Dia berharap masyarakat setempat mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitarnya. Pada kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut.

     

    “Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah,” ujarnya.

     

    Selain itu, lanjut dia, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat. Indonesia, lanjut dia, telah memiliki landslide early warning system (LEWS), tapi belum semua wilayah terpasang sistem ini.

     

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan, wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi. (*)

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kembangakan SDM, Sang Legislator Buka Perguruan Kickboxing dan Muay Thai   
    Berat Badan Turun Drastis, Daniar PiIih Muay Thai untuk Olahraga Kebugaran
    Pakar Epidemiologi: Tren Peningkatan Sudah Diprediksi
    500 Orang Ikut Swab Test di Balai Kota, di Antaranya Warga Sekitar Kawasan Secapa AD
    Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads