Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Legislator Minta Pemprov Jabar Buat Pemetaan Dampak Ekonomi di Masa Covid-19
    (antara) Ribuan pelaku UMKM di Jabar terdampak Covid-19

    Legislator Minta Pemprov Jabar Buat Pemetaan Dampak Ekonomi di Masa Covid-19

    JuaraNews, Bandung - Ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah Jabar terdampak pandemi Covid-19. Jumlah UMKM terdampak tersebut masih berpotensi untuk bertambah.

     

    Menurut anggota DPRD Jabar Ade Puspitasari, sektor yang paling terdampak adalah pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), khususnya usaha harian. Mereka di antaranya adalah pedagang kuliner harian, pedagang kaki lima, bisnis pariwisata, serta jasa kreatif.

     

    ‘’Dampak terbesar yang dialami para pelaku UMKM tersebut adalah anjloknya permintaan, yang dikeluhkan 96% responden. Sebanyak 81% mengeluhkan kenaikan harga bahan baku,’’ jelas Ade Puspitasari, Jumat (26/6/2020).

     

    Di sisi lain, Ade menyampaikan dampak positifnya. Meski terdampak akibat pandemi Covid-19, menurutnya, banyak UMKM yang justru mengalami peningkatan permintaan.

     

    ‘’Artinya, imun UMKM di Jabar itu kuat karena umumnya mereka bisa cepat beralih. Misalnya, jika biasanya jualan es menjadi berjualan jamu yang dibutuhkan pasar saat pandemi,” jelasnya.

     

    Pelaku usaha tersebut di antaranya minuman herbal, budidaya pertanian rempah dan sayur, serta makanan kemasan siap saji. Selain itu juga pelaku usaha penjualan alat kesehatan dan sebagian pelaku usaha fesyen.

     

    ‘’Memang banyak juga UMKM yang memilih berhenti sementara waktu. Tapi, setelah mendapat stimulus dari pemerintah mereka cepat bisa berusaha lagi,’’ katanya.

     

    Ade menegaskan, pihaknya terus mendorong Pemprov Jabar untuk terus memetakan dampak ekonomi akibat berkurangnya aktivitas guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

     

    ‘’Sebagai contoh kita mendorong komoditas telur ayam yang kurang tersera. Akhirnya melalui perluasan marketingnya, komoditas ini menduduki peringkat kedua setelah gula penjualannya,” pungkas Ade. (*)

    Oleh: alvian hamzah / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Politisi Golkar Sebut Kab.Tasikmalaya Selatan Layak Masuk Pemekaran di Jabar
    Desa Tanjungsari Kabupaten Tasikmalaya Sering Banjir, Ini Masalahnya Kata Yod Mintaraga
    Reses di Masa Pandemi Covid-19, Ini Titik-titik yang Dikunjungi Yod Mintaraga
    Reses di Cikarang Timur, Almaida Rosa Putra Bahas Penanganan Covid-19
    Soal Pajak Sepeda, Legislator Tegaskan Pemerintah Hanya Atur Regulasi Keselamatan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads