Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Bahas Kondisi Pascacovid-19, Pakar: Perencanaan Tata Ruang Kota Perlu Survive   
    (surban) Webinar Perkotaan Saat dan Pascapandemi Covid-19 

    Bahas Kondisi Pascacovid-19, Pakar: Perencanaan Tata Ruang Kota Perlu Survive  

    JuaraNews, BANDUNG - Ketua Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota SAPPK ITB, Haryo Winarso, mengungkapkan perancangan kota masa depan harus dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pusat perekonomian, melainkan juga tahan terhadap bencana agar tetap survive.

     

    Menurut dia, ada tiga hal penataan kota di masa mendatang yang perlu dipersiapkan, yakni penataan digital infrastructure, housing dan transportasi.

     

    "Kota akan tetap survive, demikian juga tentu dengan manusianya. Perencanaan kota ke depan harus fokus pada tiga hal utama ini untuk mengembangkan ekonominya," kata Haryo dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/6/2020).

     

    Penataan digital infrastructure menjadi hal penting karena semua lini pekerjaan dan kehidupan masyarakat ke depan akan berkaitan dengan digital. Housing, bagaimana menciptakan lingkungan perumahan yang bisa menjadi tempat kerja, tempat wisata, dan tempat belajar, juga tentunya tempat istirahat. Selain itu,lanjutnya, penataan transportasi menjadi hal yang perlu dipersiapkan dengan baik.

     

    "Semuanya dengan peningkatan fasilitas sanitasi dan kebersihan," ungkapnya.

     

    Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, Andy Simarmata, mengungkapkan kota sebagai pusat peradaban harus ditata agar menjadi kota humanistik, mampu memanusiakan warga kota. Juga harus mempersiapkan kota dalam menghadapi bencana kesehatan seperti yang dihadapi saat ini.

     

    Adapun substansi perencanaan perkotaan di era pandemi covid-19, kata Andy, meninjau kembali standar kepadatan dalam ruang perkotaan, penambahan fasilitas pengamanan  kesehatan dalam standar bangunan dan lingkungan.

     

    "Melekatnya protokol kesehatan dalam gaya hidup perkotaan, mengharuskan perencanaan kembali ruang-ruang publik yang lebih responsif terhadap isu kesehatan," ucap Andy.

     

    "Dalam optimalisasi ruang menuju kota humanis, nilai kebermanfaat itu menjadi dasar ukuran. Penataan terhadap ruang juga dibutuhkan Zoning menager, orang yang bisa memberikan rekomendasi si pembuat bangunan, buang limbah ke mana, listrik dan air," tambahnya.

     

    Kondisi Perkotaan pada masa pandemi covid-19, menurut dia,  berdampak pada berbagai aspek, ekonomi, sosial, dan dampak sosial. Di Jawa Barat selama pandemi covid-19 perekonomian mengalami penurunan cukup signifikan.  Menurut data dari Bank Indonesia (BI) Kanwil Jabar, perekonomian di Jawa Barat turun hingga 2.73 persen. Persiapan kota tangguh bencana pada masa pandemi covid-19 pada aspek ekonomi, fisik, spritual dan sosial. (*)

    Oleh: nugraha / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    500 Orang Ikut Swab Test di Balai Kota, di Antaranya Warga Sekitar Kawasan Secapa AD
    Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat
    Sebagian ke Secapa TNI AD, Ratusan Ikan dari Ambon Diterbangkan ke Jakarta
       Banjir Rendam Delapan Desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.            
    Pengawasan Kota Bandung Diperketat, Lanjutkan AKB
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads