5 Warga Indramayu Positif Covid-19, Gugus Tugas Lacak Kontak Mereka - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    5 Warga Indramayu Positif Covid-19, Gugus Tugas Lacak Kontak Mereka

    5 Warga Indramayu Positif Covid-19, Gugus Tugas Lacak Kontak Mereka

    JuaraNews, BANDUNG – Rantai penularan COVID-19 di Kabupaten Indramayu terus ditelusuri. Penelusuran ini amat krusial agar kasus positif dari transmisi lokal tidak melonjak, terlebih satu keluarga di Kabupaten Indramayu, yang tediri dari lima orang, terkonfirmasi positif COVID-19.

     

    Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat  Berli Hamdani menyatakan, penguatan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten Indramayu dilakukan guna mempersempit ruang gerak SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

     

    "Ada penambahan 5 kasus di satu keluarga di Indramayu. Kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas Indramayu untuk melaksanakan surveilance, pelacakan kontak, pemeriksaan RDT (rapid diagnostic test) dan tes swab dengan metode PCR (polymerase chain reaction), serta pemantauan ODP dan PDP," kata Berli, Jumat (15/5/2020).

     

    Berli mengatakan, sebagai antisipatif keterlambatan hasil tes swab, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah diambil spesimen harus diisolasi dan dipantau secara ketat. Di saat bersamaan, pelacakan orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien dilakukan sebagai deteksi dini agar penularan tidak meluas.

     

    "Dilakukan tracing kontak erat untuk deteksi, isolasi, dan pemantauan erat. Akan juga dilakukan rapid test atau tes swab sesuai dengan risiko dan ketersediaan logistik kepada orang-orang yang menjalin kontak dengan PDP. Itu dilakukan agar kasus positif dari transmisi lokal tidak melonjak," ucapnya.

     

    Gugus Tugas Pecepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memperlakukan jenazah suspek COVID-19 sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan  WHO. Hal itu sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 dari jenazah.

     

    Selain itu, WHO telah memperbarui pedoman bahwa orang yang meninggal bergejala klinis diduga COVID-19 harus dimasukkan sebagai korban pandemi. Dengan pedoman itu, angka kumulatif kematian bukan saja tercatat dari mereka yang terkonfirmasi positif melalui tes swab, melainkan juga dari mereka yang terduga COVID-19, termasuk ODP dan PDP.

     

    Berli memastikan semua fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit darurat, dan rumah sakit rujukan sudah mendapat sosialisasi dan menerapkan pedoman terbaru WHO tersebut.  "PDP yang meninggal dunia akan diperlakukan seperti kasus positif, dengan semua kontak erat untuk diisolasi dan melakukan rapid test atau tes swab," ucapnya.  (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masuk Desa Rawan Covid-19, akan Diisolasi 14 Hari
    Ridwan Kamil: Pancasila Perekat Bangsa Indonesia
    New Normal, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Diadakan Tes Masif Protokol Kesehatan
    Hari Lahir Pancasila Baru Bisa Diperingati Setelah 70 Tahun
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads