Penyaluran Bansos Jabar Tahap Pertama Ditargetkan Beres Sebelum Lebaran - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Penyaluran Bansos Jabar Tahap Pertama Ditargetkan Beres Sebelum Lebaran

    Penyaluran Bansos Jabar Tahap Pertama Ditargetkan Beres Sebelum Lebaran

    JuaraNews, BANDUNG –  Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat  menargetkan bantuan sosial Provinsi Jabar tahap pertama di bulan Mei bisa tersalurkan seluruhnya sebelum hari raya Idul Fitri 1441 H atau Lebaran 2020.

     

    Hal itu disampaikan Sekretaris sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (11/5/2020).

     

    “Saat ini distribusi lancar. Sekarang data-data (penerima) lebih ditertibkan. Kemudian juga di lapangan itu ada kebijakan-kebijakan juga dari Divisi Logistik (Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar) dalam pendistribusiannya,” ucap Daud.

     

    "Per hari ini yang sudah tersalurkan hampir 160 ribu Kepala Keluarga," katanya.

     

    Daud pun menyebutkan, jumlah penerima bansos yang terdata oleh di Jabar berjumlah kurang lebih 9,38 juta Kepala Keluarga (KK), baik penerima bantuan dari pintu pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

     

    “Yang menerima PKH (Program Keluarga Harapan) 87.200 KK lebih. Kemudian ada yang menerima bantuan pemerintah non tunai itu sekitar 2,5 juta KK, kemudian ada perluasan bantuan pemerintah non tunai (berjumlah) 1 juta KK," ucap Daud.

     

    Adapun bansos dari Presiden Republik Indonesia untuk wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) bagi sekitar 401.000 lebih KK. Sementara bansos tunai dari Kementerian Sosial diberikan kepada 1,2 juta KK dan penerima bansos Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar berdasarkan usulan kabupaten/kota hingga kini berjumlah sekitar 1,85 juta KK.

     

    Selain itu, bansos dari pemda kabupaten/kota diberikan kepada kurang lebih 1,32 juta KK dan dari Dana Desa diperkirakan bisa diberikan kepada kurang lebih 1 juta KK untuk seluruh Jabar.

     

    Dalam agenda yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Berli Hamdani mengatakan, tes masif khususnya tes swab (usap) metode Polymerase Chain Reaction (PCR) terus digelar selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi Jabar.

     

    Pemda Provinsi Jabar sendiri, lanjut Berli, telah mendistribusikan sekitar 15.500 swab test kepada pemda kabupaten/kota di Jabar. Sementara yang telah dilakukan oleh Pemda Provinsi Jabar adalah 55.500 swab test hingga Senin (11/5). Adapun swab test yang akan dilakukan pada masa PSBB Jabar kali ini menyasar kelompok masyarakat yang masih berkumpul, seperti di pasar-pasar tradisional.

     

    "Dimulai hari ini di Kabupaten Bogor bersama dengan Kabinda (Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Jabar) dan BIN pusat. Pada kegiatan tersebut kami dibantu dengan sarana kendaraan khusus laboratorium oleh BIN pusat. Kendaraan berupa bus dan di dalamnya ada laboratorium mini yang bisa melakukan pemeriksaan PCR," tutur Berli.

     

    "(Tes swab) otu Insyaallah dilakukan di Bodebek dan Bandung Raya, kemudian secara bertahap berikutnya akan menyeluruh ke daerah lainnya di Jawa Barat," tambahnya.

     

    Berli pun menegaskan, dari penelusuran kontak, pihaknya telah berhasil melokalisir penyebaran COVID-19 di Jabar. Dirinya menjelaskan, yang masih terjadi saat ini adalah kasus penularan lokal, sementara untuk imported case atau kasus impor bisa dikendalikan dengan pemberlakuan PSBB yang berhasil mengurangi pergerakan masyarakat di angka 30 persen ke bawah.

     

    Larangan mudik pun dinilai sangat berpengaruh terhadap pengendalian imported case. "Tadi pagi juga sudah dilakukan rapat kordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan DKI. Dimana kami sepakat akan ditingkatkan pengendalian pemudik mulai dari daerah asal mudik (perantauan) seperti wilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk wilayah Jawa Barat itu Bodebek," ucap Berli. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Disdik Jabar Siapkan Skenario Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru
    Tatanan Normal Baru Terus Dimatangkan, Pemprov Jabar Lakukan Penyesuaian PSBB
    Dampingi Presiden Resmikan Mall, Emil Siapkan Tatanan Normal Baru di Jabar
    Cegah Arus Balik, Penyekatan Perbatasan di Jabar Ditingkatkan
    Tekan Potensi Penyebaran COVID-19 Setelah Idulfitri dengan Tes Massif
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads