Pemda Provinsi Jabar Distribusikan 15.500 Alat Tes Swab ke Bodebek dan Bandung Raya - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pemda Provinsi Jabar Distribusikan 15.500 Alat Tes Swab ke Bodebek dan Bandung Raya

    Pemda Provinsi Jabar Distribusikan 15.500 Alat Tes Swab ke Bodebek dan Bandung Raya

    JuaraNews, BANDUNG – Momentum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi digunakan Pemprov Jabar untuk melaksanakan pengetesan masif COVID-19 dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab.

     

    Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pelaksanaan PSBB tingkat provinsi akan efektif apabila disertai dengan tes masif. Sebab, pergerakan masyarakat mulai menurun sehingga potensi penularan COVID-19 lebih rendah.

     

    Wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) yang merupakan zona merah COVID-19 diutamakan untuk pengetesan swab.

     

    "Kita distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 ke 10 kabupaten/kota tersebut. Kita minta kabupaten/kota yang untuk menghabiskan test kit tersebut dalam waktu satu minggu," kata Daud di Kota Bandung, Sabtu (9/5/2020).

     

    Daud menyatakan, tes swab secara masif dilakukan guna mendapatakan peta persebaran COVID-19 yang komprehensif. Dengan begitu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar dapat memprediksi puncak kasus COVID-19 dan mengantisipasinya.

     

    "Dengan tes swab ini kita akan mendapatkan gambaran atau mapping yang jelas mengenai berapa sebetulnya angka positif di Jabar. Sehingga, nanti tergambar kasus akan mencapai puncak kapan dan kita bisa mengantisipasinya," katanya.

     

    Wakil Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Siska Gerfianti, mengatakan, waktu pelaksanaan tes swab di setiap daerah berbeda-beda.

     

    Pada Sabtu (9/5/2020), Dinas Kesehatan Kota Bandung sudah memulai tes swab untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), tenaga kesehatan, dan warga yang rawan terpapar COVID-19. Sedangkan daerah lain, akan memulai tes swab pada Senin (11/5/2020) atau Selasa (12/5/2020).

     

    "Kita juga dari provinsi membagikan sarana prasarana, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) dan lain-lain. Kabupaten/kota pun sudah mengambil test kit dan sarana prasarana dari provinsi," kata Siska.

     

    Guna tes swab berjalan optimal, kata Siska, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memetakan pula laboratorium-laboratorium pengetesan. Tujuannya agar pemeriksaan PCR tidak menumpuk di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar.

     

    Selain Labkesda Jabar, ada 6 laboratorium yang ditunjuk Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar untuk melakukan pemeriksaan PCR, yakni Unpad Jatinangor, RSUI, Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, dan BBTKL Jakarta.

     

    "Kita sudah mempunyai laboratorium-laboratorium jejaring. Sehingga, itu akan kita bagi habis dengan laboratorium di IPB misalnya atau di daerah lain. Dengan begitu, pemeriksaan PCR tidak menumpuk di Labkesda Jabar," ucap Siska.

     

    Siska mengatakan, tes swab akan difokuskan juga di daerah-daerah yang menunjukkan peningkatkan kasus COVID-19, yakni Kabupaten Kuningan, Karawang, Ciamis, Cianjur, Sumedang, dan Kota Sukabumi. Salah satu faktor penyebab peningkatan kasus di enam daerah tersebut adalah mudik.

     

    "Peningkatan kasus terjadi seperti di Kuningan, karena arus mudik yang sebulan lalu. Di Kuningan juga sudah ada hampir sebelas klaster, klaster kecamatan. Jadi, ada kenaikan kasus di sebelas kecamatan dan itu sedang dipantau oleh Dinkes Kabupaten Kuningan," katanya.

     

    "Lalu kita akan melihat enam kabupaten/kota yang tadi. Warga yang terindikasi positif COVID-19 dari hasil rapid test di enam daerah tersebut akan ditindaklanjuti dengan tes swab. Setelah itu, kabupaten/kota mana yang menjadi prioritas selanjutnya tergantung kenaikan kasusnya di PIKOBAR," imbuhnya.

     

    Menurut Siska, tes swab dan peta persebaran COVID-19 di Jabar amat krusial dalam memutus mata rantai penularan. Jika peta yang didapatkan komprehensif, maka keputusan yang diambil Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar akan tepat.

     

    Oleh karena itu, Siska mengajak masyarakat yang berstatus ODP, PDP, dan sudah terdaftar untuk melakukan tes swab di daerahnya masing-masing.

     

    "Ini penting sekali untuk kita periksa karena dengan begitu bapak/ibu sekalian akan membantu kami memetakan kasus di Jawa Barat, sehingga kita bisa tahu apa keputusan yang akan kita ambil nanti. Good data, good decision. No data, no decision," ucap Siska.  (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Usai Libur Lebaran, ASN Pemprov Jabar Mulai Kembali Bekerja
    Jokowi Menerjunkan TNI-Polri di 4 Provinsi untuk Disiplinkan Masyarakat Selama Pandemi Covid19
    Pemudik Mau Balik Lagi ke Jakarta, Harus Tunjukan SIKM
    Update Covid19 (25/05) : 22.750 Positif, 5.642 Orang Dinyatakan Sembuh
    Idulfitri 1441 Hijriah, KBRI Dar es Salaam Bagikan Paket Sembako untuk WNI di Tanzania
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads