Beribadah di Rumah t ak Kurangi Keutamaan Pahala Saat Ramadan - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Beribadah di Rumah t ak Kurangi Keutamaan Pahala Saat Ramadan

    Saat Wabah Covid-19:

    Beribadah di Rumah t ak Kurangi Keutamaan Pahala Saat Ramadan

    JuaraNews, Bandung – Ketua  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, KH. Miftah Faridl menyerukan agar umat muslim bisa lebih disiplin mengikuti anjuran pemerintah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni dengan beribadah di rumah. Pada situasi pandemi virus corona ini beribadah di rumah tak mengurangi keutamaan pahala saat Ramadan.

     

    Dengan beribadah di rumah, maka warga muslim juga turut berkontribusi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan kata lain, ikut menyelamatkan nyawa jemaah lainnya dari ancaman virus corona.

     

    "Kalau berhitung pahala, kita juga dapat pahala, yaitu menyelamatkan orang dari kemungkinan penularan dan menyelamatkan diri. Jangan sampai menularkan sesuatu kepada orang lain. Itu perintah agama," ucap Miftah di Kantor MUI Kota Bandung, Jalan Sadang Serang, Kamis (23/4/2020).

     

    Miftah berharap masyarakat Kota Bandung bisa dengan bijak dan ikhlas menyikapi anjuran pemerintah untuk tetap beribadah di rumah selama Ramadan ini. Dengan begitu, masa PSBB tak sampai diperpanjang dan masyarakat bisa kembali beribadah berjemaah.

     

    "Tidak ada niat sama sekali dari pemerintah atau dari siapapun untuk kita menjauhi masjid ini. Sekali lagi, ini sementara. Demi keselamatan bersama melaksanakan perintah Allah," ujarnya kepada Humas Kota Bandung.

     

    Miftah menyarankan agar beragam kegiatan Ramadan semisal kajian ataupun tausiyah bisa dilakukan secara daring atau memanfaatkan media elektronik lainnya. Sehingga, jemaah tetap bisa meraih banyak ilmu serta manfaat di Ramadan namun tetap menghindari kerumunan.

     

    Selain itu, sambung Miftah, dengan beribadah di rumah pun justru memiliki keunggulan karena bisa lebih leluasa dan semakin khusyuk. Umat muslim pun bisa memperkokoh ketahanan keluarga.

     

    "Menghadapi bulan yang istimewa bulan suci Ramadan tentu kita harus laksanakan dengan tetap baik. Hanya mungkin berbeda dengan Ramadan yang lalu yaitu menyangkut kerumunan jemaah. Mari kita sikapi dengan penuh keikhlasan biasa tarawih di masjid kita alihkan ke rumah. Insyaallah banyak hikmahnya dekat dengan keluarga," terangnya.

     

    Tak hanya itu, Miftah menyebut, wabah Covid-19 juga sebagai ujian bagi umat muslim yang diberi rezeki berlebih agar bisa berbagi bersama warga lainnya. Umat muslim yang mampu harus membantu warga yang mengalami penurunan kekuatan ekonomi lantaran terdampak Covid-19.

     

    "Ini kesempatan diuji Allah. Sampai seberapa jauh kita punya perhatian untuk menolong saudara saudara dan tetangga kita. Pemerintah sudah turun tangan mengalokasikan dana untuk menolong saudara kita yang ada kesulitan ekonomi. Tapi saya yakin itu tidak cukup," ungkapnya.

     

    Miftah juga mengingatkan kepada umat muslim tidak menjadikan anjuran ini sebagai sumber perdebatan yang dapat memancing problematika. Apabila ada yang tetap ingin menyelenggarakan salat berjamaah, harap diingatkan secara santun.

     

    "Terpenting itu adalah menyadarkan jangan sampai ada kesan melarang salat. Jangan sampai ada kesan seolah-olah menghindari masjid. Dikemas sedemikian rupa dengan pengertian dan penjelasan," ujarnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Setelah Idulfitri, 41 ASN Pemkot Bandung Tidak Masuk Kerja
    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gelar Halalbihalal Virtual
    Siang dan Malam Hari, Kota Bandung Hujan Ringan
    Bandung Youth Care Bagikan 1.000 Opor Bagi Penghuni Kos
    Siang Hari Ini Kota Bandung dan Sekitarnya Diprediksi Hujan Ringan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads