Pantau Check Point Perbatasan Hari Pertama PSBB, Emil Sebut Intensitas Lalu Lintas Turun Drastis - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pantau  Check Point Perbatasan Hari Pertama PSBB, Emil Sebut  Intensitas Lalu Lintas Turun Drastis

    Pantau Check Point Perbatasan Hari Pertama PSBB, Emil Sebut Intensitas Lalu Lintas Turun Drastis

    JuaraNews, Bandung  – Gubernur Jabar  Ridwan Kamil bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar melakukan peninjauan titik-titik checkpoint di lima daerah Bandung Raya pada hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (22/4/2020).

     

    Kelima titik tersebut yakni gerbang tol Pasteur Kota Bandung, Jalan Amir Mahmud Kota Cimahi, gerbang tol Padalarang Kabupaten Bandung Barat, underpass tol Kopo Kabupaten Bandung, dan perbatasan Bandung-Jatinangor Kabupaten Sumedang.

     

     Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil—melaporkan, hasil peninjauan menunjukkan penurunan drastis intensitas lalu lintas. “Laporan berita baiknya, jumlah traffic lalu lintas menurun drastis. Tapi kami monitor di Jabodetabek selang berapa hari itu kembali (ramai) lagi, makanya kita harus konsisten,” ujar  ditemui usai peninjauan.

     

    Guna menghindari kelonggaran disiplin, Kang Emil mengusulkan kepala daerah dan kapolres memberlakukan pembagian jam kerja.  “Saya titip juga Pak Bupati, Pak Kapolres, (penjagaan checkpoint) jangan hanya siang. Justru banyak laporan kalau di Jabodetabek itu malam jadi ramai lagi, jadi mungkin dibikin shift saja,” arahnya.

     

    Emil juga mengimbau aparat setempat terus mengecek dua hal, yakni protokol kesehatan dan niat berkegiatan. Protokol kesehatan, katanya, mengharuskan masyarakat yang keluar rumah untuk memakai masker dan menjaga jarak aman dalam kendaraan.

     

    Sedangkan niat berkegiatan,  Emil menyebutkan sudah diatur delapan sektor yang dikecualikan pada PSBB  yakni kesehatan, pangan, logistik, penyedia kebutuhan retail, komunikasi, energi, keuangan dan perbankan, serta industri strategis.

     

    Dilanjutkan Emil,, tujuan PSBB Bandung Raya ini adalah menurunkan tren penyebaran COVID-19. Melalui tes massif sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk daerah PSBB, akan diketahui lokasi penyebaran virus yang harus dilokalisasi. Sedangkan kedisiplinan masyarakat pada aturan PSBB akan meminimalisasi pergerakan yang berisiko. Hal inilah yang dinilai Kang Emil sebagai tolok ukur keberhasilan PSBB.

     

    “Di akhir 14 hari (PSBB), tes massif menemukan lokasi virus untuk dilokalisasi, kedisiplinan menemukan bahwa tidak ada lagi pergerakan. Nah, harusnya keberhasilan itu bisa diukur, maka setelah 14 hari PSBB bisa lebih rileks. Tapi kalau PSBB tanpa tes massif, nanti kita gak punya ukuran apa keberhasilannya,” jelas  Emil. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Jabar Perketat Pengawasan Melalui Mobile COVID-19 Test
    Aktivitas Masjid pada New Normal Hanya di Zona Biru
    10 Provinsi tak Laporkan Adanya Penambahan Covid-19
    Pemerintah Ijinkan 102 Zona Hijau Kembali Produktif, Jawa Barat tak Termasuk
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads