Warga Satu Kampung Terpaksa Harus Diisolasi dan Rapid Tes - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Warga Satu Kampung Terpaksa Harus Diisolasi dan Rapid Tes

    Warga Satu Kampung Terpaksa Harus Diisolasi dan Rapid Tes

    JuaraNews, Bandung – Warga satu kampung kemungkinan harus dikarantina setelah satu warganya meninggal dunia dan dinyatakan positif terinfeksi covid-19.

     

    Sebelumnya warga yang terinfeksi itu dirawat di rumah sakit dan menjadi Pasien Dalam Pengawsan (PDP), setelah pulang bekerja dari Bogor. Pasieun itu pura-pura hendak ke kamar kecil, namun kenyataannya malah kabur dan kembali ke kampungnya.

     

    Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut teleh mengambil sampel swabnya dan dinyatakan positif. Celakanya, jenazah pasien positif itu dipulasara banyak orang, bahkan sebelum meninggal pun berinteraksi dengan banyak orang.

     

    Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mengakui adanya kasus itu. Ia mengatakan, hasil laboratorium PDP laki-laki berusia 20 tahun itu baru diterima. Sebelum meninggal, PDP tersebut sempat diambil sampel swab untuk diuji di laboratorium pada 27 Maret 2020 lalu. "Hasil tes swabnya sudah keluar dan dinyatakan positif," ujarnya, Selasa (21/4/2020).

     

    Helmi menduga, PDP tersebut tertular Covid-19 di tempat kerjanya di daerah Bogor. Lalu dalam keadaan sakit pulang ke Garut. Setelah sempat mendapatkan perawatan di ruang isolasi RSUD dr. Slamet, pasien itu pun akhirnya meninggal dunia pada Rabu (1/4/2020) lalu.

     

    Helmi mengatakan,  Pemkab Garut akan mengambil langkah serius dalam menangani hal ini guna mencegah penyebaran virus corona dari pasien tersebut.

     

    Helmi menyebutkan, pihaknya sudah meluncur ke Kecamatan Cigedug dimana pasien tersebut tinggal untuk melakukan tracing. Warga di satu kampung akan menjalani rapid test dan diminta isolasi.

     

    Seperti dikutip galamedianews, Helmi mengungkapkan, Pemkab Garut juga telah menyiapkan langkah untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Soalnya kalau melihat pasien ini di kampung tentu keluarganya banyak, dan yang menengoknya juga banyak. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemerintah Putuskan tak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini
    Masuk Desa Rawan Covid-19, akan Diisolasi 14 Hari
    Ridwan Kamil: Pancasila Perekat Bangsa Indonesia
    New Normal, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Diadakan Tes Masif Protokol Kesehatan
    Hari Lahir Pancasila Baru Bisa Diperingati Setelah 70 Tahun
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads