Gubernur Minta KNPI Turut Data Warga Miskin Baru - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Gubernur Minta KNPI Turut Data Warga Miskin Baru
    Gubernur Ridwan Kamil melakukan videoconfrence

    Gubernur Minta KNPI Turut Data Warga Miskin Baru

    JuaraNews, Bandung – Gubernur  Jabar Ridwan Kamil mengajak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jabar  turut mendata warga rawan miskin baru karena pandemi COVID-19. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan semua warga miskin baru mendapatkan bantuan pemerintah.

     

    "Yang saya harapkan untuk KNPI tolong bergerak memastikan tidak ada warga yang terlewat oleh bantuan pemerintah," kata Emil --sapaan Ridwan Kamil-- saat memberikan arahan kepada seluruh ketua KNPI se-Jabar melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (17/4/2020).

     

    Bantuan sosial senilai Rp 500 ribu dari Pemprov Jabar merupakan salah satu dari sembilan pintu bantuan kepada warga terdampak pandemi COVID-19. Kesembilan pintu itu adalah Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Dana Desa (bagi kabupaten), bantuan sosial (bansos) dari presiden untuk Jabodetabek, bansos provinsi, serta bansos dari kabupaten/kota.

     

    Kemudian, Kementerian Sosial RI memberikan bantuan sosial tunai kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 Rp 600 ribu per bulan per kepala keluarga mulai minggu ketiga bulan April hingga Juni 2020. Selain itu, Pemda Provinsi Jabar menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu yang bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

     

    "Memang di data oleh RT/ RW tapi saya bisa berikan ruang untuk KNPI di Jabar membuat daftar sendiri khusus untuk mereka yang terlewat didata oleh RT/ RW," ujar Emil.

     

    Setelah mendata warga rawan miskin yang tidak mendapat bantuan pemerintah, kata Emil, KNPI Jabar dapat melaporkannya via fitur aduan di Aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar).

     

    "Jadi misi saya untuk KNPI se-Jabar jadilah relawan yang melacak dan mewawancarai orang-orang yang masuk kategori rawan miskin baru, baik warga lokal maupun perantau. Pokoknya tidak boleh ada warga Indonesia yang kelaparan di Jabar," katanya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    8 Daerah tak Laporkan Penambahan Positif Covid-19
    712 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet
    Kementerian Dorong Pemda Selenggarakan PPDB Secara Online
    Ruang Perawatan Covid-19 di Jabar Hanya Terisi 30,21 %. Kenapa?
    KPU Jabar: Tahapan Pilkada Serentak Mulai 15 Juni 2020
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads