Fraksi Partai Golkar: Refocusing Anggaran Harus Pertimbangkan Target Pendapatan Sulit Dicapai - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Fraksi Partai Golkar: Refocusing Anggaran Harus Pertimbangkan Target Pendapatan Sulit Dicapai

    Fraksi Partai Golkar: Refocusing Anggaran Harus Pertimbangkan Target Pendapatan Sulit Dicapai

    JuaraNews, Bandung – Fraksi Partai Golkar DPRD Jabar menilai Pemerintah perlu melakukan  langkah tepat dalam upaya percepatan penanganan Covid-19, khususnya dari  segi pembiayaan agar tidak menyulitkan pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2020.

     

    Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat, Yod Mintaraga mengungkapkan hal itu menyikapi kebijakan Pemprov Jabar dalam menangani pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

     

    "Dampak Covid 19 sangat besar dan memerlukan pembiayaan yang diprediksi untuk kurun waktu 4 bulan ke depan mencapai Rp 16,3 triliun. Rincian sementara sebesar Rp 13 triliun lebih disiapkan dari Anggaran Murni APBD 2020 dan Rp 3 triliun lebih diperkirakan dari perubahan APBD 2020," kata Yod di Bandung, Jumat (10/4/2020).

     

    Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan,  Pemprov Jawa Barat telah menyampaikan kebutuhan anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 16,3 triliun.

     

    Melihat percepatan penanganan Covid-19 dari sisi pembiayaan seperti yang disampaikan eksekutif sebesar itu, lanjut Yod, bukan hanya perlu  realokasi atau refocusing APBD  terhadap belanja, tetapi harus menghitung kembali pendapatan daerah dari berbagi jenis pendapatan, baik pajak daerah maupun retribusi dan pendapatan lainnya yang sah.

     

    "Covid 19 berdampak kepada berbagai bidang kehidupan termasuk kehidupan ekonomi daerah. Perlu kajian supaya berbagai langkah kebijakan yang diambil daerah tepat dan tidak semakin menyulitkan dalam pelaksanaan APBD 2020," ujarnya.

     

    Ia menjelaskan,  Covid-19 sangat berdampak terhadap kegiatan ekonomi daerah, sehingga sudah dipastikan bidang pendapatan daerah pun akan sulit mencapai target. "Kondisi ini akan mengganggu pelaksanaan APBD 2020," katanya.

     

    Pemprov Jabar, katanya, telah memaparkan skenario realokasi/refocusing anggaran untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. “Tapi kita tetap harus hati-hati karena di sisi lain pendapatan pun akan mengalami gangguan," ungkapnya .

     

    Anggota DPRD dari Dapil Tasikmalaya ini  berharap Covid-19 cepat berlalu agar   dampaknya terhadap pelaksanaan APBD 2020 tidak  terlalu berat dan menyulitkan. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masuk Desa Rawan Covid-19, akan Diisolasi 14 Hari
    Ridwan Kamil: Pancasila Perekat Bangsa Indonesia
    New Normal, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Diadakan Tes Masif Protokol Kesehatan
    Hari Lahir Pancasila Baru Bisa Diperingati Setelah 70 Tahun
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads