Pemprov Jabar Bahas Pengembangan Aerocity dengan Turki tanpa Kehadiran Gubernur Emil
istimewa/humas pemprov jabar Delegasi Jabar bertemu CEO Istambul Grand Airport

Pemprov Jabar Bahas Pengembangan Aerocity dengan Turki tanpa Kehadiran Gubernur Emil

JuaraNews, Istanbul - Gubernur Jabar Ridwan Kamil membatalkan kunjungan ke Turki karena harus meninjau dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir.

 

Meski demikian, pertemuan Pemprov Jabar, PT BIJB, dan PT Angkasa Pura II, dengan CEO Istanbul Grand Airport (IGA) Kadri Samsunlu tetap digelar di Istanbul, Turki, Jumat (29/2/20) waktu setempat.

 

Kepala Biro BUMD dan Investasi Setda Pemprov Jabar Noneng Komara mengatakan, dalam pertemuan itu, banyak pembahasan kerja sama yang dilakukan. Salah satunya pengembangan Aerocity di Bandara Kertajati.

 

"Banyak hal yang dipelajari. Pengelolaan mereka, kita belajar bagaimana mereka mengelola bandara yang sangat luas ini. Kita berharap mereka bekerja sama dalam banyak hal," kata Noneng.

 

"Bagaimana mereka bisa membantu kita membangun Aerocity. Dan ada beberapa hal yang dia sebutkan bisa membangun. Misalnya kargo, membangun satu persatu, membangun Aerocity. Jadi selain belajar, kita juga menawarkan kerja sama," imbuhnya.

 

Sedangkan, Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan, Gubernur Jabar sudah memberi arahan untuk mengembangkan Kertajati lebih modern dan inovatif.

 

"Ini kan sebagaimana arahan Gubernur. Jadi, kita berharap bisa bekerja sama. Apalagi Kertajati sebagai bandara yang mengembangkan Aerocity pertama," katanya.

 

Menurut Rafi, ada kesamaan antara BIJB dengan IGA. Yakni pengelolaannya sendiri. Perlu diketahui, IGA adalah perusahaan gabungan 5 konsorsium swasta Turki yang membangun Bandara Istanbul.

 

"Kan ini mirip dengan kita ya. Kertajati kan satu-satunya airport di Indonesia yang dikelola oleh Pemda. Cuma ini swasta saja (IGA) tapi di bawah Wakil Gubernur. Jadi lebih fleksibel melakukan bisnis B to B (business to business)," ucapnya.

 

"Mereka siap diundang menjadi investor pengembangan Kertajati," tambahnya.

 

Direktur Utama Angkasa Pura II Edwin Hidayat Abdullah memandang Turki salah satu negara yang berhasil membuat bandara dengan pariwisata. Menurut dia, transformasi infrastrukturnya berkembang cepat.

 

"Orang kan terbang karena dua hal. Satu kerja, satu liburan. Lihat perkembangan 45 juta orang datang ke sini, pertumbuhan Turkish Airlines dan Konsorsium dari pihak swasta, kan massif dalam 15 tahun terakhir. Ini yang kita lihat," kata Edwin. 

 

Bertemu ISG Internasional Airport
Dalam kunjungannya ke Istanbul, delegasi Jabar juga menggelar pertemuan dengan otoritas Istanbul Sabiha Gokcen (ISG) Internasional Airport. Dalam pertemuan itu, Direktur Eksekutif ISG Azmi Murad menanyakan kesiapan BIJB Kertajati sebagai tempat pemberangkatan jemaah umrah dan haji.

 

Salahudin Rafi pun langsung menjawab pertanyaan tersebut. Menurut dia, Bandara BIJB Kertajati sudah sangat siap menjadi tempat pemberangkatan umrah dan haji.

 

Rafi pun menjelaskan saat keberangkatan proses imigrasi sudah dilakukan. Sehingga, saat tiba di Kertajati, hanya dilakukan pengecekan boarding pass dan pasport jemaah. Kemudian, menuju pesawat.

"Haji tahun ini sudah siap. Akan langsung," kata Rafi.

 

Selain Rafi, Noneng Komara juga memberikan tanggapan bahwa transportasi menuju Bandara Kertajati terus dibenahi, seperti Bus Damri yang langsung menuju Bandara Kertajati.

 

Menurut Noneng, masih banyak pihak yang belum menerima informasi bahwa Bandara Kertajati sudah baik dan terus membangun.

 

"Saya akan push Kertajati untuk membranding, dan marketing publiknya. Supaya benar-benar tersampaikan," ucap Noneng.

 

Noneng menyatakan, misi pertemuan tersebut adalah belajar terkait pengelolaan bandara dan menjajaki sejumlah kerja sama.

 

"Tadi kan dia (pihak ISG) sudah menyampaikan. Apa yang bisa kami bantu, kami bantu. Kan seperti itu ya," kata Noneng. "Dia (ISG) memberi masukan yang membangun," tambahnya. ***

 

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Istanbul, Iman As'ari, yang turut mendampingi delegasi Pemprov Jabar, mengatakan, hasil pertemuan sangat memuaskan.

 

"Pertemuan yang dilakukan dengan pihak penerbangan, dan Kadin dengan Kadin. Kami mendapatkan laporan dari kawan yang mendampingi tim Kadin, hasilnya juga memuaskan dan ada tim tindak lanjut," katanya.

 

Iman pun menyatakan, delegasi Turki akan berkunjung ke Jabar. Menurut dia, Turki tertarik dengan kerja sama di bidang kontruksi, energi, dan pariwisata.

 

"Alhamdulillah membuahkan hasil. Tinggal bagaimana arahan Pak Gubernur untuk menindaklanjuti hasil-hasil. Investasi tidak masalah, tinggal bagaimana proposal dari Jabar yang mampu meyakinkan pengusaha," ucapnya. (*)

Oleh: JuaraNews / fan

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Rupiah Menguat di Tengah Wabah Virus Corona
Pos Indonesia Terapkan Protokol Antisipasi Penyebaran Corona
Antispasi Serangan Virus Corona, Bank BJB Berlakukan Work Form Home
PLN Tetap Siaga Menjaga Pasokan Listrik Masyarakat, di Tengah Merebaknya Covid-19
RUU Cipta Kerja Diperlukan untuk Antisipasi Peningkatan Angka Pengangguran

Editorial