web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Wali  Kota  Bandung  Intruksikaan DPU Cari Solusi Banjir di  Rancabolang
    Humas/Kota Bandung Oded Saat Mengunjungi Warga Terdampak Banjir

    Wali Kota Bandung Intruksikaan DPU Cari Solusi Banjir di Rancabolang

    • Minggu, 26 Januari 2020 | 09:39:00 WIB
    • 0 Komentar
     
    JuaraNews,Bandung-Hujan yang mengguyur Kota Bandung pada Jumat (24/01/2020) malam menyebabkan banjir di beberapa lokasi. Di antaranya yaitu RW 03 dan tiga cluster di Perumahan Bumi Adipura Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage.
     
     
    Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengunjungi lokasi
    banjir tersebut yang dinilai lebih tinggi dari biasanya. Ia menduga karena berbagai faktor, terlebih surutnya air juga sangat lamban.
     
     
    Mang Oded, sapaan akrabnya, langsung meninjau dan menyapa warga terdampak banjir yang ditemuinya dan memberikan sembako kepada warga tersebut.
     
     
    "Di sini (RW 03 Kelurahan Rancabolang) ada musibah banjir yang di luar kebiasaan, dengan tinggi selutut. Baru terjadi hari ini, warga juga menyampaikan seperi itu tadi," katanya usai peninjauan.
     
     
    Menurutnya, informasi yang didapat di RW 03 dari 259 KK yang tinggal di daerah tersebut ada 1100 warga yang terdampak banjir. Ia pun menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mencari tahu penyebabnya.
     
     
    "Saya sudah minta Kadis PU mencari penyebabnya. Karena baru pertama kali seperti ini, katanya banyak faktor penyebab, bisa jadi ini alihan dari daerah Sapan, karena airnya lebih besar lagi di sana," ungkapnya.
     
     
    "Nanti akan dikoordinasikan juga dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, KCIC (PT Kereta Cepat Indonesia China) juga. Informasinya juga di Sungai Cinambo sudah satu bulan baru normalisasi aliran airnya lancar, tapi kok bisa banjir seperti ini," katanya.
     
     
    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, penyebab banjir di daerah tersebut faktor utama hujan tahun ini yang besar dengan durasi pendek, sehingga datangnya sekaligus.
     
     
    "Informasinya juga dari BMKG puncak hujan sampai Februari, diprediksi mulai Maret tidak terlalu besar. Saya sudah berkeliling di Sapan juga sudah penuh dengan air," ucapnya.
     
     
    Menurut Didi, di wilayah tersebut juga sedang ada proses pembangunan kerata api cepat Jakarta-Bandung. Tapi dengan curah hujan yang deras, itu lebih berpengaruh untuk penyebab terjadinya banjir.
     
     
    Didi pun menceritakan ada beberapa lokasi yang asalnya kebun, sekarang dibangun rumah bisa jadi faktor penyebab banjir, serta ada beberapa irigasi kecil yang tidak sengaja tertutup oleh proses pembangunan, namun saat ini sudah dibuka dan lancar kembali.
     
     
    "Di Babakan Karet ada lahan Pemkot Bandung. Kita juga akan kaji kemungkinan untuk dibuat kolam retensi di sana. Karena Sungai Cinambo dam Cipamokolan Sub DAS (Daerah Aliran Sungai), misal kalau hujan Cinambo penuh, Cipamokolan malah kering," katanya.(*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Parade Bandung Rumah Bersama, Pesan untuk Dunia
    Humas On The Spot, Cara Humas Kota Bandung Menyapa Langsung Masyarakat
    Sempat Naik, Harga Bawang Putih di Bandung Kini Mulai Turun
    Sebanyak 78.429 KTP Elektronik Tercetak di Bandung
    Pemkot Bandung dukung Percepatan Pembangunan Jabar

    Editorial


      Info Kota