Tangani Banjir Lintas Provinsi, Emil Usulkan Pembentukan Badan Koordinasi Antarwilayah - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Tangani Banjir Lintas Provinsi, Emil Usulkan Pembentukan Badan Koordinasi Antarwilayah
    istimewa/humas pemprov jabar Emil seusai mengikuti rapat denga Presiden Jokowi

    Tangani Banjir Lintas Provinsi, Emil Usulkan Pembentukan Badan Koordinasi Antarwilayah

    JuaraNews, Jakarta - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri rapat penanganan pascabencana banjir dan longsor di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

     

    Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Turut hadir pula sejumlah Menteri, kepala daerah, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

     

    "Rapat hari ini, kita bersama-sama memikirkan secara komprehensif. Jadi, tidak perintah, ini deadline tanggal segini, tidak. Tapi, betul-betul semuanya saling mendengarkan tukar informasi mana yang saat ini harus dikerjakan," kata Emil seusai mengikuti rapat.

     

    "Intinya urusan tanggap darurat harus segera selesai secepatnya dan kita sudah gerak, sekarang memasuki fase pembersihan sisa bencana oleh berbagai pihak," imbuhnya.

     

    Sebelumnya, Emil menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor untuk 6 daerah di Jabar melalui Keputusan Gubernur Jabar No 362/KPP.13-BPBD/2020 terhitung sejak tanggal 1 hingga 7 Januari 2020.

     

    Selain itu, Emil mengatakan, 10 dari 13 desa terisolasi akibat banjir dan longsor di Bogor sudah dapat diakses. Dia pun memastikan, pada 2 hari kedepan, 3 desa lainnya yang masih terisolasi bisa dikunjungi. Dengan begitu, bantuan logistik ke 13 desa itu sudah bisa mulai disalurkan.

     

    "70 persen yang terisolasi sekarang sudah terbuka dan sisa 2 hari lagi bisa 100 persen. Jadi bantuan untuk yang terbuka (aksesnya), sudah pakai darat, kecuali yang belum, masih pakai helikopter seharinya 3 kali," ucapnya.

     

    Menurut Emil, Presiden meminta kepada semua daerah untuk mewaspadai curah hujan tinggi pada 10-11 Januari 2020. "Kami diminta mengantisipasi tanggal 10-11 Januari. Kemungkinan bakal ada hujan besar, tapi mudah-mudahan tidak sebesar yang tanggal satu," katanya.

     

    Dalam rapat tersebut, Emil mengusulkan kepada Presiden untuk membuat badan koordinasi antarwilayah. Tujuannya supaya penanganan bencana bisa berjalan cepat dan tepat. Presiden pun, menurut Emil, menyambut baik usulan tersebut.

     

    "Agar tidak saling lempar, tapi dikelola oleh lembaga resmi yang nanti mengelola anggaran juga. Contohnya perlu membuat embung di Bogor, DKI Jakarta juga bisa menyumbang. Itu usulan saya ke Pak Jokowi dan beliau mengapresiasi, tapi keputusan ada di beliau," ucapnya.

     

    Emil juga berkata, pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Bogor akan dipercepat. "Bendungan akan dipercepat dan bendungan baru juga akan dibangun. Mudah-mudahan bisa mengantisipasi baik di daerah Banten, Jabar, atau DKI Jakarta," pungkas Emil. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Ridwan Kamil Gelar 'Open House' Daring
    Saat Warga Lebaran, Pangandaran Diguncang Gempa Bumi
    Gubernur Ridwan Kamil Shalat Idulfitri di Rumah Dinas
    Ridwan Kamil Ajak Seniman dan Budayawan Cegah Persebaran COVID-19
    Antispasi Mudik Menjelang Lebaran, Sejumlah Titik di Jabar di Perketat
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads