Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Menjaga Masa Depan Jabar dengan 4 Kriteria Manusia Unggul
    istimewa/humas pemprov jabar Emil dalam kegiatan Subling di Masjid Agung Tasik

    Menjaga Masa Depan Jabar dengan 4 Kriteria Manusia Unggul

    • Minggu, 29 Desember 2019 | 13:05:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, terdapat empat kriteria manusia unggul yang diharapkan bisa menjadi generasi masa depan Jabar.

     

    Keempat kriteria itu yakni memiliki Physical Quotient (PQ), Spiritual Quotient (SQ), Emotional Quotient (EQ), dan Intelligence Quotient (IQ).

     

    “Mudah-mudahan anak-anak Kota Tasik dan Jawa Barat pada umumnya memiliki ciri empat ini,” kata Emil saat melaksanakan Subuh Berjamaah Keliling (Subling) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (29/12/2019).

     

    Adapun PQ artinya memiliki fisik yang baik. Salah satu masalah kesehatan yang bisa menghambat tumbuh kembang PQ adalah stunting atau gagal tumbuh. Emil menyebut, angka stunting di Jabar masih ada di kisaran 20-an persen.

     

    Karena itu, Emil mengatakan bahwa ada sebuah inovasi untuk meningkatkan gizi anak-anak di Jabar, yaitu melalui asupan beras bervitamin yang digagas BULOG. Rencananya, tahun depan beras bervitamin ini akan dibagikan.

     

    “Stunting ini sejak dalam kandungan. Jadi, para ibu hamil ini pastikan gizinya baik, ada inovasi dari Bulog. Ada beras khusus dari Bulog lagi dipatenkan,” tutur Emil.

     

    “Jadi si berasnya itu ditabur vitamin, oleh beras bervitamin ini (salah satunya) bisa melawan stunting. Nah, ini akan saya beli di 2020 nanti dibagikan,” ujarnya.

     

    Kemudian SQ merupakan kecerdasan jiwa yang bisa dilakukan salah satunya melalui kegiatan peribadahan atau keagamaan. “Ahli ibadah ini penting, misalnya rajin ke masjid. Karena ciri kebangkitan Islam itu kalau Sholat Subuh seramai Sholat Jumat. Kalau belum, jangan mengklaim Islam itu bangkit,” kata Emil.

     

    “Ini kata ulama di Palestina bukan kata saya. Cirinya itu yang disebut Islam bangkit. Maka di Turki, shubuh berjamaahnya sudah luar biasa, girohnya itu hebat dan luar biasa, perlu ditiru. Maka ini (Subuh Berjamaah) harus dikampanyekan,” imbaunya.

     

    Sementara EQ, artinya generasi unggul Jabar memiliki akhlaq atau perilaku yang baik. “Karena kadang-kadang antara rajin ibadah dengan muamalah itu tidak sama,” ucap Emil.

     

    Lalu generasi unggul Jabar juga diharapkan memiliki IQ yang baik. Namun, Emil berharap IQ saja tidak cukup, sehingga harus diimbangi dengan EQ, SQ, dan PQ. “Jangan sampai IQ pintar, tapi tidak rajin ibadah atau akhlaknya tidak baik,” tuturnya.

     

    Dalam Subling kali ini, Emil pun menuturkan bahwa Indonesia akan bisa menjadi negara adidaya di 2045. Namun, dengan satu syarat yaitu persatuan dan kesatuan bangsa yang terus terjaga serta kemampuan bangsa ini dalam mengelola sistem politik yang ada.

     

    “Rencana negara adidaya ini hanya bisa digagalkan oleh satu, yaitu perpecahan di antara kita. Di Indonesia itu yang membuat perpecahan bukan uang atau ilmu tapi urusan perpolitikan,” kata Emil.

     

    “Makanya saya titip juga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah, ukhuwah Insaniyah dijaga. Lihat negara-negara yang hancur hari ini tidak ada lagi nikmat berbangsa dan bernegara, kita jaga anak generasi kita dengan empat nilai manusia unggul Jawa Barat tadi,” tutupnya.

     

    Turut hadir mendampingi gubernur adalah Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, Kepala Biro Yanbangsos Setda Pemprov Jabar Ida Wahida Hidayati, unsur FKPD Kota Tasikmalaya, serta para ulama Tasikmalaya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Presiden Jokowi Saksikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Produk Bio Farma
    Gerakan Bermasker di  Masyarakat, Kolaborasi Multi Pihak Kunci Pencegahan   
    Penularan Ditekan hingga 90.  Butuh Dukungan Kolektif Kampanye Penggunaan Masker
    Curhat ke Jokowi Soal Penerima Bansos,Ridwan Kamil: Saya Sedih, Rakyat Jabar Tangannya Dibawah
    Joki Coklit Kembali Berulah, Kini PPDP Pilkada Serentak 2020 Jadi Sasaran
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads