Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Satu Lagi Jembatan Gantung Desa Dibangun di Sukamanah Cianjur

    • Selasa, 24 Desember 2019 | 17:04:00 WIB
    • 0 Komentar


    Satu Lagi Jembatan Gantung Desa Dibangun di Sukamanah Cianjur
    Wagub Jabar saat peresmian Jantung Desa di Cianjur istimewa/humas pemprov jabar

    JuaraNews, Cianjur - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meresmikan jembatan gantung (jantung) desa di Desa Sukamanah, Kabupaten Cianjur, Selasa (24/12/2019).

     

    Jantung desa tersebut menghubungkan kampung Pasir Aseupan dengan Pasir Leutik.
    Menurut Uu, jantung desa yang memiliki panjang 30 meter itu dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mempercepat laju ekonomi. Sebab, jantung desa digunakan untuk akses angkut hasil pertanian, dan akses sekolah anak.

     

    "Kami sangat memperhatikan masyarakat yang ada di desa. Harapan kami jembatan ini selanjutnya dirawat oleh masyarakat," kata Uu.

     

    "Mereka di sini tidak butuh jembatan besar, tapi cukup jembatan gantung yang manfaatnya begitu besar. Dulu di sini hanya ada bambu yang dipakai untuk menyeberang, tapi sekarang sudah kita permanenkan dengan bahan yang lebih kuat dan aman," tambahnya.

     

    Jika ada desa yang memerlukan jantung desa, kata Uu, masyarakat desa atau pengurus desa dapat menghubungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Jabar. Ada dua prioritas yang ditentukan DPM-Desa Jabar, yakni akses sekolah dan perputaran roda ekonomi.

     

    "Bila ada yang membutuhkan jembatan gantung desa silakan hubungi kami melalui Dinas DPM-Desa. Tahun depan program ini masih berlanjut sehingga dengan adanya jembatan ini perekonomian meningkat, pendidikan lancar, dan akses dua desa terhubung," ucapnya.

     

    Warga Desa Sukamanah bernama Rohaendi mengaku terbantu dengan adanya jantung desa di lingkungannya. Sebelum ada jantung desa, masyarakat Desa Sukamanah harus menempuh jarak yang terbilang jauh untuk mengangkut hasil pertanian.

     

    "Saya senang dengan adanya jembatan. Jadi, gampang kemana-mana. Sebelumnya harus mutar, susah. Apalagi kalau air sungai sedang besar,” katanya.

     

    Kepala DPM-Desa Jabar, Dedi Supandi menuturkan, pada 2019, pihaknya sudah membangun 23 jantung desa di beberapa kabupaten di Jabar. Di Cianjur, misalnya, ada 7 jantung desa yang sudah dibangun.

     

    "Program Jantung Desa ini akan terus berjalan termasuk tahun depan dan kita membangun puluhan jembatan di tiap daerah tergantung permintaan masyarakat,” ucapnya.

     

    Sedangkan, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman berharap pembangunan jantung desa diperbanyak karena banyak masyarakat pedesaan yang membutuhkan. Dia pun yakin jantung desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

     

    "Terima kasih atas bantuan untuk Kabupaten Cianjur 7 jembatan dari 23 jembatan. Kami merasa terbantu dengan ada program Jantung Desa ini semoga kedepan makin banyak membangun jembatan karena masih banyak warga yang memerlukan," ucapnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Asisten Stafsus Wapres Guntur Subagja Sebut 4 Hal Ini yang Bikin Media Online Menang hadapi Medsos
    Tinjau Banjir Bandang di Garut, Wagub Jabar Janji Segera PerbaikI Jembatan yang Putus
    Lahirkan Relawan Bencana yang Tangguh, Jabar Quick Response Gelar Pelatihan Water Rescue
    Pengurus AMSI Jabar Dilantik, Gelar Seminar Media Siber: Sehat Bisnisnya, Berkualitas Kontennya
    Pesan Ridwan Kamil untuk Pemuda menuju Indonesia Emas 2045
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads