web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Cegah Stunting dengan Konsumsi Beras Fortifikasi
    istimewa/humas pemprov jabar Budi Waseso dan Gubernur Ridwan Kamil

    Cegah Stunting dengan Konsumsi Beras Fortifikasi

    • Senin, 23 Desember 2019 | 18:46:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, beras fortifikasi atau beras bervitamin dapat mencegah stunting.

     

    Karena itu, kata Emil, ibu hamil mesti mengonsumsi beras fortifikasi sebagai upaya pencegahan stunting.

     

    "Ada beras yang dicampur vitamin, kami butuh untuk pencegahan stunting karena stunting dimulai sejak ibunya mengandung bukan sejak anaknya lahir. Maka akan kita pakai beras itu untuk ibu hamil," kata Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (23/12/19).

     

    "Ini beras istimewa, tak masalah demi masa depan anak-anak kita karena masih ada 20 persen anak di Jabar terkena stunting," tambahnya.

     

    Emil pun berharap Pemprov Jabar dapat menjalin kerja sama dengan Perum Bulog terkait pencegahan stunting lewat beras fortifikasi.

     

    "Tadi sudah saya bisikin Pak Budi Waseso (Direktur Utama Perum Bulog) agar ada MoU lagi tentang pencegahan stunting oleh beras bervitamin ini," ucapnya.

     

    Sementara itu, Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, beras fortifikasi dapat mencegah stunting.

     

    "Beras fortifikasi adalah vitamin, beras itu kan kalau masyarakat makan lalu vitaminnya dikasih tapi belum tentu terserap semua tapi kalau kita campur dalam produk beras jadi dengan makan beras saja dia sudah lengkap dengan vitaminnya. Sekarang sedang kita gencarkan memberikan pemahaman dulu bahwa manfaat beras fortifikasi itu apa dan salah satunya untuk menanggulangi stunting," papar Budi.

     

    Penggunaan beras fortifikasi, menurut Budi, sejalan dengan visi Presiden RI Joko Widodo, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju.

     

    "Itu kan sudah jadi program Presiden SDM unggul Indonesia hebat yang sangat berhubungan dengan pangan atau beras. Ini hak patennya milik Bulog dan nanti seluruh beras bisa dicampur dengan vitamin itu agar dimakan oleh semua masyarakat Indonesia," ucapnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Atlet PORNAS XV KORPRI Raih Penghargaan
    Awali Tahun 2020 ESDM Buka 2 Diklat Sekaligus
    Dinkes Jabar Minta Masyarakat Waspada Antraks
    Potensi 286 T, Pemerintah Diminta Optimalkan Zakat
    Pemprov Jabar Tengah Kembangkan Aplikasi Layanan Kesehatan

    Editorial