web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Atasi Pengangguran di Jabar, Disnakertrans akan Tangkap Peluang Kerja di Jerman
    Kadisnaketrans Jabar menerima delegasi Jerman

    Atasi Pengangguran di Jabar, Disnakertrans akan Tangkap Peluang Kerja di Jerman

    • Sabtu, 21 Desember 2019 | 21:05:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jabar mendapat peluang baru untuk bekerja di Jerman, menyusul diterapkannya Undang-undang Keimigrasian di negara tersebut pada Maret 2020.

     

    “Ini menjadi potensi peluang terbuka untuk calon pekerja migran di Indonesia khususnya Jabar, untuk bisa menjadi pekerja migran guna memenuhi kebutuhan industri di Jerman,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar M. Ade Afriandi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu ( 21/12/2019).

     

    Sebelumnya, diselenggarakan pertemuan antara Disnakertrans Jabar dengan Delegasi GIZ, sebuah   Project Manager Ketenagakerjaan Jerman dan Programme Coordinator PMD (Programme Migration and Diaspora) di Indonesia.

     

    Kadisnakertrans  Jabar Ade Afriandi menerima langsung delegasi Jerman, didampingi pejabat struktural serta unsur Biro Yanbangsos dan Biro PemKS Setda Prov. Jabar. Delegasi Jerman terdiri dari Project Manager GIZ Jerman (Mr. Johannes Schilling & Mr. Tomislav Ikiv), Koordinator GIZ  Indonesia (pak Makhdonal Anwar), German Federal Employment Agency (Ms. Stefanie Hala), dan Konsultan GIZ (Mr. Christoph David Weinmann).

     

    Ade mengatakan, kunjungan dan audiensi Delegasi GIZ ke Pemprov Jabar melalui Disnakertrans Jabar ini berawal dari Rapat Koordinasi Kemenlu RI yang membahas tentang Pekerja Migran, yang dilaksanakan beberapa bulan lalu di Lombok.

     

    Saat ini, kata Ade, Pemerintah Jerman melalui Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) bersama GIZ, sedang mengidentifikasi negara lain utk menjadi negara partner dalam  Program Migrasi dan Diaspora bidang pekerja migran dan mobilitas.

     

    Ade menjelaskan, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mengekspolrasi potensi ketenagakerjaan di Jabar, guna dipertimbangkan Indonesia (Jabar) menjadi “country partner” Jerman dalam  pekerja migran yg ber-skill.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kadisnakertrans Ade Afriandi mengaharapkan Jabar menjadi partner untuk Implementasi Program Migrasi & Diaspora Pemerintah Jerman melalui GIZ, dan Pemerintah Jerman melalui GIZ dapat mendukung kebijakan Pemprob Jabar dalam  perlindungan pekerja migran sekaligus menjadi bagian dari JMSC (Jabar Migran Service Center).

     

    Katanya, salah satu program unggulan Disnakertrans Jabar adalah Migran Juara melalui JMSC, yang intinya Pemprov Jabar memberikan perlindungan bagi warganya yang memilih menjadi pekerja migran (PMI) di Jabar. “Perlindungan yang dimaksud adalah perlindungan terintegrasi dalam sistem mulai pra-rekruitmen, rekrutmen, training, penempatan negara tujuan, hingga kembali ke Indonesia tetap bermanfaat utk pembangunan Jabar,” katanya.

     

    Lebih lanjut Ade menjelaskan, JMSC diaharapkan dapat mendorong angkatan kerja di Jabar mau dan mampu menjadi pekerja migran (PMI). “Prinsipnya “menjadi pekerja migran itu pilihan bukan keterpaksaan”. Untuk itulah JMSC hadir bagi warga Jabar yang minatnya menjadi pekerja migran yang ber-skill,” katanya.

     

    JMSC, kata Ade, ada untuk menghadirkan sistem data (bank data, data kesempatan kerja dan standar kompetensi yang dibutuhkan), support system dan tracking crisis center, serta pengawasan syarat kerja. Selain itu, katanya,  ada training center yang menyesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh negara tujuan didukung dengan sistem zonasi, dimana kami mempersiapkan calon pekerja yang memiliki kompetensi berdasarkan zona, kemudian apabila negara tujuan membutuhkan kompetensi di bidang tertentu, maka kami mempersiapkan pekerja dari zona/wilayah yang memiliki kompetensi tersebut.

     

    “Nantinya semua ini akan terhubung dengan Kemnaker, BNP2TKI, Kepolisian, imigrasi, pengelola bandara termasuk Pemda Kab/Kota sampai Pemerintah Desa, artinya JMSC akan terintegrasi satu sama lain,” pungkas Ade. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Dinkes Jabar Minta Masyarakat Waspada Antraks
    Potensi 286 T, Pemerintah Diminta Optimalkan Zakat
    Pemprov Jabar Tengah Kembangkan Aplikasi Layanan Kesehatan
    PZU Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Zakat
    Hawatir Terlantar, Dinsos Jabar Sediakan Rumah Singgah Tampung Eks BRSPDSN Wyata Guna

    Editorial