web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Buka Forum Borderline Economic Summit 2019, Wagub Tekankan Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi
    istimewa/humas pemprov jabar Wagub Uu saat pembukaan forum BES 2019

    Buka Forum Borderline Economic Summit 2019, Wagub Tekankan Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi

    • Kamis, 12 Desember 2019 | 16:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bogor - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum resmi membuka forum Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Royal Tulip Gunung Geulis Resort and Golf, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2019).

     

    BES 2019 merupakan forum yang bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan kawasan perbatasan 12 kabupaten/kota yang melingkupi Bogor Raya. Uu pun mengapresiasi forum yang digagas oleh 12 pemerintah daerah kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan kawasan perbatasan.

     

    “Kami mengapresiasi dan menghormati, serta mendukung berbagai ide yang disampaikan Ibu Bupati (Bogor). Gagasan atau idenya sangat cemerlang,” kata Uu.

     

    Menurut Uu, inovasi dan kolaborasi amat penting diterapkan dalam peningkatan dan percepatan pembangunan di kawasan perbatasan. Apalagi, Jabar memiliki sejumlah potensi, baik itu Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA).

     

    “(Pemerintah) Provinsi Jawa Barat sangat mendukung dan mendorong atau kalau perlu dipercepat apa yang diharapkan kita semua dalam memperjuangkan daerah perbatasan,” ucapnya.

     

    “Beberapa program (usulan di BES) ada yang sudah termasuk dalam program kami, seperti jalur Puncak II, jalan tambang, tentang sampah, banjir, dan lainnya. Itu semua memang ada dalam program kami. Artinya, ini gayung bersambut,” imbuhnya.

     

    Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin memaparkan 8 isu strategis yang masuk dalam pengelolaan ekonomi di daerah perbatasan sekitar Bogor Raya. Pertama adalah pembangunan jalan poros tengah timur (Cianjur dan Karawang).

     

    Kemudian, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) pada simpul LRT (Kota Bogor). Selanjutnya, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) pada simpul kereta api (Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kota Depok). Keempat, pembangunan jalan khusus tambang (Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan).

     

    Selain itu, Twin Geopark Pongkor-Ciletuh (Kabupaten Sukabumi). Keenam, penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) kali Bekasi dan persampahan (Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok). Lalu, penghubung tol Cimanggis-Cibitung dan Japek II (Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang). Terakhir adalah pengendalian banjir di kawasan hulu (Kota Bogor dan Kota Depok).

     

    “Delapan isu strategis yang dirumuskan oleh perwakilan 12 kepala daerah cenderung terkait dengan infrastruktur yang menjadi dasar percepatan pembangunan ekonomi. Penyediaan infrastruktur ini mau-tidak mau harus melibatkan Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Dinas Pariwiswata & Kebudayaan Jabar Launching Calender Event 2020
    Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Sikumis.com akan Jual Produk Agro
    Azerbaijan Buka Potensi Kerja Sama Pariwisata dengan Jawa Barat
    Wagub Jabar Apresiasi Kegiatan Al Mutaqqin Students Challenge
    Atlet PORNAS XV KORPRI Raih Penghargaan

    Editorial