web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Cegah Radikalisme di Kampus, Universitas Widyatama Gandeng BNPT

    Cegah Radikalisme di Kampus, Universitas Widyatama Gandeng BNPT

    • Senin, 9 Desember 2019 | 21:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan berbagai upaya pencegahan paparan radikalisme di kalangan kampus, pasalnya mahasiswa atau kalangan milenial rekan di susupi paham radikaliseme.

     

    Untuk itu, Universitas Widyatama menggandeng BNPT, Kepolisian dan Kemenhunkam menggelar seminar Tangkal Radikalisme ala Milenial di kampus Widyatama Senin (9/12/2019)

     

    Kasubdit Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Pas Sujatmiko menyebut, BNPT gencar melakukan diskusi, stadium generale, dan berbagai langkah edukasi lainya untuk menekan persebaran benih radikalisme yang berujung aksi-aksi teror.

     

    Sujatmiko meminta agar mahasiswa, masayarakat umum, juga pemerintah terus meningkatkan pencegahan dan kewaspadaan untuk menanggulangi ancaman terorisme. 


    "Generasi muda, khusunya mahasiswa perlu tahu akar masalah mengapa terjadi radikalisme, kemudian ketahui dulu bener nggak nih radikalesme sedang menyerang generasi milenial, fahami lingkungan sekitar bagaiamana menghadapi bila ada yang mencurigakan, negara perlu memperkuat startegi nasioanal penanggulangan terorisme,"katanya. 

     

    Sementara itu Rektor Universitas Widyatama obsatar Sinaga mengatakan masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui makna dari radikalisme itu sendiri. Dia mengutip salah satu penelitian yang dilakukan terhadap  56 ribu mahasiswa se Jawa Barat namun yang baru mengetahui hanya 1.500 responden saja. 


    "Pemahaman ini perlu ditingkatkan, karena akab bahaya. Bisa jadi seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang diberikan materi-materi yang sebenarnya itu radikalisme. Namun karena tidak tahu apa itu radikalisme jadi dia merasa nyaman-nyaman saja, pada akhirnya tiba tiba  melakukan aksi kekerasan," kata Obi, sapaan akrabnya. 


    Obi juga menyoroti saat ini pemerintah Republik Indonesia masih belum menentukan siapa yang sebetulnya punya kewenangan khusus untuk menanggulangi terorisme apakah kepolisian atau pihak keamanan lain. 


    "Selain keterbatasan anggaran, negara juga masih belum menentukan siapa yang sebetulnya berhak fokus menanggulangi terorisme. Apakah polisi tapi dia pun juga punya tugas mengatur lalu lintas ketertiban umum dan jadi belum terfokus," kata Obi. (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Dinkes : Belum Ada Warga Jabar Terjangkit Virus Corona
    RSUP Hasan Sadikin Bandung Siap Tangani Pasien Terdampak Virus Corona
    Jalur Kereta Api Cibatu-Garut Diuji Coba, Awal Pebruari Mulai Dioperasikan
    Honorer Dihapus, BKD Jabar Anjurkan Daftar P3K
    Badan Kehormatan Sudah Tahu Ada Anggota DPRD Jabar Pukul Sopirnya

    Editorial