web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Pagelaran Ketahanan Budaya: Lestarikan Budaya Lokal di Era Digital

    Pagelaran Ketahanan Budaya: Lestarikan Budaya Lokal di Era Digital

    • Senin, 9 Desember 2019 | 05:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung menyelenggarakan Pagelaran Ketahanan Budaya di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu (8/12/2019). Pagelaran bertajuk “Menguatkan Kearifan Lokal di Era Digital” itu dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Priana Wirasaputra.

    Sekretaris Kesbangpol Kota Bandung, Lusi Susilayani mengungkapkan, acara ini bertujuan menguatkan ketahanan nasional melalui pendekatan budaya. Hal ini penting untuk menjaga nilai-nilai budaya Indonesia, khususnya budaya Sunda di Kota Bandung tidak terkikis oleh perubahan zaman.

    “Kita ingin mengantisipasi ancaman budaya luar yang dibawa masuk ke Indonesia melalui kanal-kanal digital,” tutur Lusi.

    Kendati tidak mengesampingkan manfaat digitalisasi dalam setiap aspek kehidupan, Lusi ingin agar warga Kota Bandung tetap mengindahkan identitas lokal Sunda. Identitas yang menjadi jati diri Sunda ini harus tetap tertanam dalam diri warga kota.

    “Jangan sampai 'jati kasilih ku junti'. Jangan sampai budaya sudah diklaim bangsa lain kita baru berkoar-koar. Padahal kita yang lalai terhadap pelestarian budaya ini,” imbuhnya.

    Hal itu diamini oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Priana Wirasaputra yang juga seorang pegiat budaya Sunda. Ia mengaku mulai khawatir sebab banyak anak muda tak begitu senang dengan kesenian daerah. Bahkan penggunaan Bahasa Sunda juga sudah mulai berkurang.

    “Saya ngobrol dengan salah satu profesor dari Unpas. Ada penelitian orang Jepang yang mengatakan bahwa penutur Bahasa Sunda mulai berkurang. Penggunaan Bahasa Sunda di tengah-tengah kita harus diperkuat. Karena bicara budaya bukan hanya kesenian, tapi aspek-aspek lain juga, termasuk bahasa,” tutur Priana.

    Priana yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung itu mendorong semua pihak untuk bersama-sama melestarikan budaya Sunda. Ia pun mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk mengenalkan kembali budaya Sunda di kalangan milenial.

    “Saya berharap forum ini menginspirasi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya, yang pada hakekatnya mempertegas identitas dan karakter bangsa. Semoga kita bisa tetap konsisten dengan visi perjuangan merawat keaneka-ragaman budaya, sebagai salah satu pilar tegaknya visi Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis,” tuturnya.

    Selain pagelaran budaya, acara ini juga diisi dengan seminar yang menghadirkan para aktivis budaya, yaitu Dian Hendrayana dan Agus Rohaendi. Keduanya mengemukakan pandangan mereka tentang pelestarian budaya lokal di era digital. Acara juga dimeriahkan oleh stan-stan UMKM dari 30 kecamatan se-Kota Bandung. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemkot Bandung Siap Fasilitasi, Mantan Penghuni BRSPDN Wyata Guna
    Nama Ridwan Kamil Disebut dalam Sidang Tipikor PD Pasar Bandung Bermartabat
    Mobil Toko Dilarang Berjualan di Jalan Diponegoro
    Sekda Minta Para Camat & Pimpinan OPD Tata Lingkungan Kota
    Bikers Sahabat Mang Oded Siap Dukung Program Pemkot Bandung

    Editorial


      Info Kota