Hot News


Inspirasi


    3.000 Difabel Ikuti Parade Rayakan Hari Disabilitas Internasional
    istimewa/humas pemkot bandung Oded dan istri menyapa anak penyandang disabilitas

    3.000 Difabel Ikuti Parade Rayakan Hari Disabilitas Internasional

    • Sabtu, 7 Desember 2019 | 13:48:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Sekitar 3.000 penyandang disabiltas dan para pendampingnya merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Sabtu (7/12/2019).

     

    Mereka berparade dan menampilkan sejumlah aksi kesenian. Mengawali perayaan, para difabel berparade mengelilingi Balai Kota Bandung, dari Jalan Merdeka berbelok ke Jalan Wastukancana, dan kembali ke Plaza Balai Kota Bandung.

     

    HDI sendiri merupakan peringatan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam memahami, menerima, dan memberikan kesempatan yang sama kepada kaum difabel untuk memiliki kualitas hidup yang baik.

     

    Wali Kota Bandung Oded M Danial menyatakan, perayaan hari ini merupakan sarana silaturahmi bagi para difabel dan pegiat pemberdayaan difabel di Kota Bandung. Kegiatan tersebut menjadi medium bagi warga kota agar bisa memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas.

     

    “Mari kita memberikan perhatian terbaik untuk para disabilitas. Terutama menghadirkan cinta untuk mereka semua,” ujar Oded.

     

    Para tunanetra menampilkan seni musik dengan berbagai lagu seperti layaknya pemain profesional. Sedangkan anak-anak dengan down syndrome menampilkan keterampilannya bermain jimbe.

     

    Mereka terlihat bahagia dapat tampil di hadapan Wali Kota Bandung dan para tamu undangan. Turut hadir Ketua Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), Siti Muntamah Danial; dan Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung Tono Rusdiantono.

     

    Acara tersebut mengusung tema ‘Bandung Inklusi Disabilitas Unggul’ yang menunjukkan komitmen Pemprov Bandung untuk bersama-sama menyediakan ruang yang setara dan berkeadilan bagi difabel.

     

    Tono Rusdiantono mengungkapkan, kaum difabel bukan meminta dikasihani, tapi diberi kesempatan untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik.

     

    “Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat peduli dan turut serta dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Hilangkan stigma di masyarakat bahwa penyandang disabilitas dianggap orang sakit, dianggap tidak mampu secara fisik dan mental,” tutur Tono.

     

    Lebih jauh, Tono ingin membuka pemahaman masyarakat bahwa penyandang disabilitas ada di sekitar kita. Mereka pun memiliki cipta, rasa, dan karsa yang sama dengan nondisabilitas.

     

    “Kita ingin memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Salah satunya dengan meningkatkan keterlibatan pemerintah dan swasta dalam penempatan tenaga kerja disabilitas,” ucapnya.

     

    Pada kegiatan tersebut, Pemkot Bandung dan beberapa komunitas memberikan bantuan kepada para difabel. Di antaranya 60 kruk (tongkat/alat bantu jalan), 150 tongkat penunjuk jalan bagi tunanetra, 53 kursi roda, dan ratusan kacamata. Ada pula bantuan paket nutrisi bagi 250 difabel dewasa, 250 difabel anak-anak, serta 250 paket bantuan bagi difabel tatanan mental. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Wali Kota Bandung Bersyukur Dinyatakan Negatif Covid-19
    Wali Kota Bandung Hadiahi Sepeda untuk 2 Manusia Gorong-gorong
    Rumah Deret Jadi Langkah Pemkot Bandung Tangani Kawasan Kumuh
    3.000 Difabel Ikuti Parade Rayakan Hari Disabilitas Internasional
    Cegah Stunting, Posyandu Cicendo Luncurkan Aplikasi Si Aplod dan Si Centring

    Editorial


      Info Kota