web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto, Layangkan Surat Perlindungan ke Presiden Jokowi
    Bartholomeus Toto

    Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto, Layangkan Surat Perlindungan ke Presiden Jokowi

    • Sabtu, 7 Desember 2019 | 09:23:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Tersangka kasus mega proyek Meikarta Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk. Bartholomeus Toto, melayangkan surat minta perlindungan kepada presiden Joko Widodo atas kasus yang menimpanya.

     

    Pengacara, Bartholomeus Toto, Supriadi, SH MH, Jumat (6/12/2019) sore saat di Telepon wartawan mengatakan, pelayanan surat perlindungan tersebut, untuk menepis semua tuduhan yang di alamatkan kepada kleannya, terkait dengan dugaan pemberian dana sebesar Rp 10,5 Milyar kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memuluskan perizinan proyek Meikarta

     

    "Surat yang dialamatkan langsung kepada Presiden Jokowi, dengan alamat kepada staf Kepresidenan Jalan Veteran III No.2 RT3/3 Gambir Jakara Pusat. Pengirim, Law Supriyadi dan Associates The Ceo Bulding Jl, TB Simatupang No.15 Lantai 12 Jakarta Selatan," katanya.

     

    Menurut, Supriadi salan satu butir isi surat adalah Bartholomeus Totot sebagai anak bangsa meminta dan memohon perlindungan kepada Presiden Jokowi terhadap kesewenang-wenangan yang dialami klaennya oleh KPK. Atas penahan, dalam sepekan lebih yang dialukan KPK, saat ini juga Jumat 6 Desember 2019 Toto penahanannya perpanjang oleh KPK selama 40 hari kedepan di Gedung Merah Putih KPK.

     

    Usai perpanjangan penahanan di KPK, lanjut Supriadi klaennya Toto, meminta Ketua KPK 2019-2023 Firli Bahuri untuk tidak mengulang gaya kepemimpinan komisioner jilid IV yang dikomandoi Agus Rahardjo. “Toto juga, berharap ke depan kepada pimpinan Pak Firli tak ada lagi rekayasa-rekayasa yang seperti yang alami Toto saat ini,” katanya.

     

    Saat penahan itu juga, kata Supriadi, Toto mengucapakan banyak terimkasih kepada pihak Polrestabes Bandung, karena atas laporan terhadap Edy Dwi Soesianto yang semula statusnya penyelidikan sekarang ditingkatkan menjadi penyidikan.

     

    “Toto mengucapkan terima kasih sudah memproses laporan saya, saya mengetuk hati nurani jaksa dan hakim agar menangani kasus saya seadil-adilnya dan sebener-benarnya," ujar Supriadi menirukan ucapan Toto.

     

    Dalam persidangan kasus Meikarta, Kepala Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Group Edi Dwi Soesianto menyebut Toto menerima uang Rp 10,5 Milyar dari Sekretaris Toto, Melda Peni Lestari. Pemberian uang itu disebut Edi, sepengetahuan Toto.

     

    Penyerahan uang dilakukan di helipad PT Lippo Cikarang. Uang itu kemudian diberikan secara bertahap pada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Atas tuduhan itu,di persidangan, Toto membantah telah memberikan uang itu ke Edi Dwi Soesianto. Artinya, kesaksian pemberian uang Rp 10,5 Milyar itu tidak ‎disertai alat bukti pendukung lain dan itu merupakan pitnah.

     

    “Dengan penahannanya Toto, pihaknya pun mengajukan praperadilan guna menguji kesaksian Edi Dwi Soesianto. Berkas gugatan sudah diterima Panitera PN Jaksel pada 27 November 2019. Nomor perkaranya, 151/Pid.Pra/2019/PN Jaksel,” ujar Supriadi dalam dalam percakapannya dengan wartawan.

     

    Terkait dengan kasus Meikarta, Kepala Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Group Edy Dwi Soesianto, ketika di Telepon ke selulernya, Sabtu pagi (7/12/2019) Teleponya Mati, alias tidak nyambung.(*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Dinas Pariwiswata & Kebudayaan Jabar Launching Calender Event 2020
    Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Sikumis.com akan Jual Produk Agro
    Azerbaijan Buka Potensi Kerja Sama Pariwisata dengan Jawa Barat
    Wagub Jabar Apresiasi Kegiatan Al Mutaqqin Students Challenge
    Atlet PORNAS XV KORPRI Raih Penghargaan

    Editorial