web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kurikulum Pelatihan BLK PMI  Dievaluasi, Penguasaan Bahasa Asing Jadi Sorotan
    Penutupan pelatihan CPMI di BLK PMI Jabar

    Kurikulum Pelatihan BLK PMI Dievaluasi, Penguasaan Bahasa Asing Jadi Sorotan

    • Jumat, 29 November 2019 | 11:25:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Setelah program pelatihan 2019 selesai dilaksanakan, Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) Disnakertrans Jabar akan segera melakukan evaluasi. Salah satu yang dievaluasi adalah kurikulum pelatihan, khususnya terkait penguasaan bahasa dan sosial budaya negara penempatan calon pekerja migran Indonesia (PMI).

    “Evaluasi termasuk hasil hearing dengan Pansus Perda DPRD Jabar, yang mengamanatkan bahwa penemopartan CPMI  perlu disertai peningkatan sertifikasi. Dalam artu CPMI harus berkualitas sesuatu jabartan yang diinginkan di masing-masing jabatan di negara penempatan,” kata Kepala BLK PMI Teguh Khasbudi kepada wartawan seusai pelatihan calon PMI angkatan VI dan VII di Bandung, Kamis (28/11/2019).

    Teguh menyepakati hasil hearing dengan DPRD Jabar, bahwa kemampuan bahasa masih menjadi kendala para pekerja migran yang akan dikirimkan ke luar negeri. Karena itu, bahasa menjadi salah satu perhatian Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLKPMI) Jawa Barat. 

    "Makanya, pelatihan kompetensi bahasa jadi nomor satu di balai kami. Selain itu, kami pun memperkenalkan sosial budaya dan skill," katanya kepada wartawan.

    Teguh mengatakan, selama 2019 ini sudah ada 7 angkatan yang memperoleh pelatihan. Untuk angkatan terakhir, calon pekerja migran yang dilatih sebanyak 40 orang yang akan ditempatkan di Jepang untuk jabatan manufaktur.

    Ke depannya, kata dia, BLKPMI pun akan terus memperbaiki kurikulum dengan menambah pelatihan bahasa. Ia berharap, semua calon pekerja migran mendapatkan pelatihan hingga 600 jam pelajaran.

    Namun karena kemampuan anggaran daerah tak memadai, saat ini pelatihan hanya digelar 21 hari. "Tapi supporting anggaran tak jadi kendala untuk kami berupaya meningkatkan kemampuan bahasa," katanya. 

    Untuk menguasai bahasa, kata dia, diperlukan waktu yang cukup jadi pelatihan harus dilakukan intens. Misalnya, belajar bahasa Jepang membutukan waktu 6 bulan.

    Salah satu upaya yang dilakukan agar pekerja migran mengusai bahasa adalah, kemampuan berbahasa negara tujuan migran menjadi salah satu syarat mengikuti pelatihan. "Jadi misalnya yang minat ke Jepang harus punya pengetahuan dasar bahasa Jepang," katanya.

    Setiap calon pekerja migran, kata dia, sebelum mendaftar ke luar negeri sebaiknya mempelajari dahulu bahasa negara tujuan di SMA atau lembaga bahasa. Dengan demikian, mereka punya bekal bahasa jadi disiapkan saat pra rekrutmen. Bahkan, kalau bisa ada ekskul bahasa. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Cegah Radikalisme Dalam Kampus, Universitas Widyatama gandeng BNPT
    Salah Satu Isi Surat Dilayangkan Barhtolomeus Toto ke Jokowi, berupa isi rekaman percakapan
    Pemprov Jabar Bakal Bangun Stasiun Kereta Api di Dekat Masjid Al Jabbar & Stadion GBLA
    HUT ke-6 Tahun, JuaraNews Gelar Gerak Jalan Santai
    Kepala BPBD: Ubah Mindset Bupati/Wali Kota