Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Kembangkan Jabar Migran Service Senter, Disnakertrans Jabar Belajar ke Desa Desmigratif Majasari
    Kadisnakertrans Jabar memberi souvenir

    Kembangkan Jabar Migran Service Senter, Disnakertrans Jabar Belajar ke Desa Desmigratif Majasari

    • Kamis, 28 November 2019 | 17:57:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Muchamad Ade Afriandi mengaku belajar banyak ke Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, khususnya terkait memberi perlindungan terhadap pekerja migran yang ada di luar negeri dan purna pekerja migran.

    “Kami belajar dari Desa Majasari,” kata Ade Afriandi saat memberi sambutan pada acara Training Need Assesemen oleh NGO Piliphina, Atikha and Global Academy di Desa Majasari,  Rabu (27/11/2019).

    Desa Majasari adalah Desa Migran Produktif (Desmigratif) tingkat nasional, yang dinilai telah memberikan perlindungan dengan baik kepada pekerja migran, keluarga pekerja migran, dan purna pekerja migran dengan baik.   

    Disnakertrans Jabar sendiri, kata Ade, kini sedang menyiapkan Jabar Migran Service Center (JMSC) yang akan dibangun di Jalan Soekarni Hatta Bandung. JMSC  ini akan memberi perlindungan kepada pekerja migran mulai dari berangkat, saat bekerja di negara tujuan, bahkan sampai kembali ke tanah air.

    Ade mengatakan, memberi perlindungan kepada pekerja migran di luar negeri bukan hal mudah. Ia menggambarkan  bagaimana sosok Aminah sulit ditemukan keluarganya saat ia terlantar di Arab Saudi dan di Jakarta. Aminah adalah sosok pekerja migran atau TKI yang tak terlantar dan dirawat di rumah sakit Shagar di Arab Saudi. Setelah dipulangkan, di Jakarta keluarganya belum ditemukan pula.

    Setelah Disnakertrans Jabar berupaya keras, keluarga Aminah akhirnya ditemukan. “Kesulitannya beragam. Ternyata yang bersangkutan memiliki tiga nama. Di kampungnya dikenal dengan nama Umi Kulsum dan Siti Fatmah. Ketika ditelusuri kampungnya, ternyata bukan di kecamatan Ciranjang karena sudah mengalami pemekaran,” kata Ade.

    Untuk itu, katanya, Disnakertrans Jabar akan segera membangun Jabar Migran Service Center untuk memberi perlindungan kepada pekerja yang di luar negeri. Sistem program ini, katanya, sudah disiapkan dan gedungnya pun siap dibangun.

    Ia menambahkan, Desa Majasari telah memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warganya yang menjadi pekerja di luar negeri,  bahkan sampai pembinaan keluarga yang ditinggalkan. Bahkan suami yang ditinggalkan mendapat bantuan sapi untuk diurus dan menjadi sumber pekerjaan. Difasilitasi desa dan menjadi sumber pendapatan mereka yang ditinggalkan istri, karena 80 persen warga yang menjadi pekerja migran 80 persen para istri,” katanya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Minta Pemkot Bandung Gelar Tes Massif di Secapa AD
    BMPI Lakuan Audiensi Dengan FPDIP DPRD Kota Bandung
    Diduga Dibunuh, Jenazah Jurnalis Metro TV Ditemukan di Pinggir Tol
    Gugus Tugas Covid-19 Jabar : Klaster Secapa Bukan Akibat Pelonggran PSBB
    Tuntut Kejelasan RUU HIP, Ratusan Massa Aksi Geruduk Gedung Sate
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads