web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kembangkan Jabar Migran Service Senter, Disnakertrans Jabar Belajar ke Desa Desmigratif Majasari
    Kadisnakertrans Jabar memberi souvenir

    Kembangkan Jabar Migran Service Senter, Disnakertrans Jabar Belajar ke Desa Desmigratif Majasari

    • Kamis, 28 November 2019 | 17:57:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Muchamad Ade Afriandi mengaku belajar banyak ke Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, khususnya terkait memberi perlindungan terhadap pekerja migran yang ada di luar negeri dan purna pekerja migran.

    “Kami belajar dari Desa Majasari,” kata Ade Afriandi saat memberi sambutan pada acara Training Need Assesemen oleh NGO Piliphina, Atikha and Global Academy di Desa Majasari,  Rabu (27/11/2019).

    Desa Majasari adalah Desa Migran Produktif (Desmigratif) tingkat nasional, yang dinilai telah memberikan perlindungan dengan baik kepada pekerja migran, keluarga pekerja migran, dan purna pekerja migran dengan baik.   

    Disnakertrans Jabar sendiri, kata Ade, kini sedang menyiapkan Jabar Migran Service Center (JMSC) yang akan dibangun di Jalan Soekarni Hatta Bandung. JMSC  ini akan memberi perlindungan kepada pekerja migran mulai dari berangkat, saat bekerja di negara tujuan, bahkan sampai kembali ke tanah air.

    Ade mengatakan, memberi perlindungan kepada pekerja migran di luar negeri bukan hal mudah. Ia menggambarkan  bagaimana sosok Aminah sulit ditemukan keluarganya saat ia terlantar di Arab Saudi dan di Jakarta. Aminah adalah sosok pekerja migran atau TKI yang tak terlantar dan dirawat di rumah sakit Shagar di Arab Saudi. Setelah dipulangkan, di Jakarta keluarganya belum ditemukan pula.

    Setelah Disnakertrans Jabar berupaya keras, keluarga Aminah akhirnya ditemukan. “Kesulitannya beragam. Ternyata yang bersangkutan memiliki tiga nama. Di kampungnya dikenal dengan nama Umi Kulsum dan Siti Fatmah. Ketika ditelusuri kampungnya, ternyata bukan di kecamatan Ciranjang karena sudah mengalami pemekaran,” kata Ade.

    Untuk itu, katanya, Disnakertrans Jabar akan segera membangun Jabar Migran Service Center untuk memberi perlindungan kepada pekerja yang di luar negeri. Sistem program ini, katanya, sudah disiapkan dan gedungnya pun siap dibangun.

    Ia menambahkan, Desa Majasari telah memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warganya yang menjadi pekerja di luar negeri,  bahkan sampai pembinaan keluarga yang ditinggalkan. Bahkan suami yang ditinggalkan mendapat bantuan sapi untuk diurus dan menjadi sumber pekerjaan. Difasilitasi desa dan menjadi sumber pendapatan mereka yang ditinggalkan istri, karena 80 persen warga yang menjadi pekerja migran 80 persen para istri,” katanya. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ridwan Kamil Tawarkan Proyek Startegis Jabar ke UAE
    Atalia Raih Penghargaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan dari KKP
    Pemprov Jabar Pastikan Persiapan Natal dan Tahun Baru 2020 di Semua Sektor
    Bahas Revitalisasi Situ Bagendit & Kalimalang, Emil Gelar Pertemuan dengan Kementerian PUPR
    DPRD Jabar Dukung Penuh Situs Gunung Padang  Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kelas Dunia

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.