web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Wagub Uu Tidak Sepakat Jabar Provinsi Paling Intoleran
    JuaraNews/Istimewa Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum

    Wagub Uu Tidak Sepakat Jabar Provinsi Paling Intoleran

    • Selasa, 26 November 2019 | 19:59:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum angkat bicara mengenai survei SETARA Institut yang menyebutkan Jawa Barat salah satu provinsi dengan kategori daerah paling tinggi intoleransi di Indonesia.

     

    Dikatakan, Uu mayoritas masyarakat di Jawa Barat adalah pemeluk agama Islam, di mana sejumlah daerah Islamnya sangat kental dan religius. Ketika masyarakat di suatu daerah semakin religius, mereka dinilai akan mampu menghargai berbagai perbedaan.

     

    "Justru masyarakat yang religius adalah memahami dan melaksanakan agama. Dalam agama kita diajarkan terkait toleransi," kata Uu kepada wartawan di Bandung, Selasa (26/11/2019).

     

    Diketahui, hasil SETARA Institute menyatakan Jawa Barat menjadi provinsi paling intoleran, terjadi 162 pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di Jawa Barat pada 2014-2019

     

    Menurut Uu yang juga panglima santri Jawa Barat mengatakan, belum pernah mendengar adanya perundungan dari masyarakat muslim terhadap etnis tertentu. Selain itu, warga non-muslim di Jawa Barat pun selama ini tidak ada yang mengadukan adanya persekusi.

     

    "Misal non-muslim dikafir-kafirkan dan dicemoohkan, kayaknya tidak ada," ujarnya.

     

    Kendati demikian, Uu mengakui jika anggapan Jawa Barat sebagai daerah intoleran telah ada sejak lama, namun tidak pernah terbukti. Bahkan, saat dirinya menjabat Bupati Tasikmalaya pun sempat tiga kali didatangi Komnas HAM untuk mengklarifikasi anggapan tersebut.

     

    Maka dari itu, lanjut Uu, dirinya merasa heran dengan hasil survei SETARA Institut yang menyebut Jawa Barat paling intoleran. Terlebih, dalam beberapa tahun ke belakang terdapat sejumlah provinsi yang justru diberitakan media massa karena banyak kejadian yang mencerminkan intoleransi.

     

    "Kalau dilihat provinsi lain ada beberapa kejadian di dalam berita, apakah terjadi gak di Jabar? Kan tidak ada. Makanya ini heran, di sini tidak ada tapi kenapa kami yang paling tinggi," pungkasnya.(*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Cegah Radikalisme Dalam Kampus, Universitas Widyatama gandeng BNPT
    Salah Satu Isi Surat Dilayangkan Barhtolomeus Toto ke Jokowi, berupa isi rekaman percakapan
    Pemprov Jabar Bakal Bangun Stasiun Kereta Api di Dekat Masjid Al Jabbar & Stadion GBLA
    HUT ke-6 Tahun, JuaraNews Gelar Gerak Jalan Santai
    Kepala BPBD: Ubah Mindset Bupati/Wali Kota