Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    DPRD Jabar : Badan Penghubung Harus Sedot  Anggaran Kementerian.

    DPRD Jabar : Badan Penghubung Harus Sedot Anggaran Kementerian.

    • Kamis, 21 November 2019 | 10:18:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-DPRD Provinsi Jawa Barat dorong optimalisasi Anjungan Jawa Barat yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat ini perlu perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

     

    Terlebih status pengelolaannya berada dibawah naungan Kantor Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Hal itu mengemuka saat Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung Anjungan Jawa
    Barat di TMII, Jakarta, Selasa (19/11/2019).


    Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Mirza Agam Gumay menyebutkan, keberadaan anjungan
    tersebut seharusnya dapat berdampak pada program pemerintah.

     

    "Bahkan, anjungan ini harus bisa
    dimanfaatkan secara optimal," sebut Agam dalam rapat pembahasan APBD 2020 dengan pengelola
    Anjungan.

     

    Terlebih, kata Agam, sebagai bentuk realisasi anggarannya difokuskan pada infrastruktur diarea
    anjungan. Sebab, dari peninjauannya area anjungan dinilai kurang menarik minat pengunjung lantaran
    terisolasi oleh pembatas atau pagar.

     

    "Bagaimana pengunjung mau datang ke Anjungan Jabar, areanya saja tidak terlihat jelas bahwa di sini
    ada anjungan Jabar," katanya. Selain itu, lanjut politisi dari Partai Gerindra itu, bahwa gubernur sudah
    mewanti-wanti Kantor Badan Penghubung sebagai pengelola anjungan harus proaktif," ucapnya.

     

    Hal serupa diungkapkan Ruhiyat Nugraha, anggota Komisi I DPRD Provinai Jawa Barat.

     

    Sebagai etalase Jawa Barat, Kata Ruhiyat, agar meningkatkan kegiatan-kegiatan di anjungan dan
    meningkatkan aspek publikasi untuk menarik minat pengunjung. "Memperkuat publikasi yang mewakili
    ke-Jawa Baratan-nya akan lebih bagus dan menarik perhatian orang banyak," kata Ruhiyat.

     

    Selain itu, harap dia agar di Kantor Badan Penghubung untuk mengkoordinasikan penambahan staf
    berkompetensi tinggi dengan BKD.

     

    "Disini kan dekat dengan beberapa kementerian, fungsi badan disini berperan penting untuk melobby ke
    kementerian dengan mencari peluang yang sejalan dengan program Pemerintah Jawa Barat. Jawa Timur
    saja bisa menyedot anggaran kementrian hingga Rp.13 T," ucapnya.

     

    Yosa Octora Santono pun turut menambahkan. Menurut dia, dengan mengakomodir sejumlah
    komunitas perantauan Jawa Barat agar dibuatkan database anjungan untuk berkegiatan. Dengan
    memanfaatkan keberadaan komunitas diharapkan dapat mengangkat indeks pengunjung.

     

    "Kita harua membuat database paguyuban kesenian di Jabar. Agar pengakuan secara wilayah dapat
    ditingkatkan," katanya. Sebelum 2018 anjungan berada dibawah Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan
    (Disparbud). Setelah diberlakukan PP 18 thn 2016 ditetapkan Anjungan TMII dibawah Kantor Badan
    Penghubung. (*)

    Oleh: JuaraNews / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Satpol PP Jabar Catat 927 Pelanggar Protokol Kesehatan
    63 Persen Kepatuhan Masyarakat Dipengaruhi Media   
    Siap-siap Menyapu Jalan, Bagi yang tak Bermasker
    Belasan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Lodaya
    Ke Satgas, Jabar Usul Gandeng Swasta dalam Testing PCR   
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads