Pemprov Jabar Komitmen Dukung Musik sebagai Pendorong Ekonomi Kreatif - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pemprov Jabar Komitmen Dukung Musik sebagai Pendorong Ekonomi Kreatif
    istimewa/humas pemprov jabar Ridwan Kamil saat Konferensi Musik Indonesia 2019

    Pemprov Jabar Komitmen Dukung Musik sebagai Pendorong Ekonomi Kreatif

    • Sabtu, 23 November 2019 | 15:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    uaraNews, Bandung – Pemprov Jabar berkomitmen mendukung industri musik sebagai pendorong sektor ekonomi kreatif.

     

    Demikian dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka Konferensi Musik Indonesia (KAMI) ke-2 Tahun 2019 di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (23/11/2019).

     

    “Kami bersama Pak Bupati (Bandung, Dadang M Naser) membuka Konferensi Musik Indonesia yang kedua, sebagai bentuk komitmen dan dukungan bahwa ekonomi kreatif melalui musik ini begitu luar biasa dan suatu hari harus mendunia,” kata Emil.

     

    “Dan kami tunggu hasilnya (konferensi). Nanti poin-poinnya kami terjemahkan dalam kebijakan,” tambahnya.

     

    Menurut Emil, musik memiliki fungsi yang beragam. Selain sebagai ekspresi kreativitas dan kebahagiaan, kata dia, musik juga bisa menjadi alat pemersatu dan perdamaian.

     

    Emil pun menyatakan, Pemprov Jabar konsisten dalam pengembangan industri musik. Hal itu tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Jabar No15/2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Perda No 10/2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual.

     

    Secara bertahap, Pemprov Jabar juga bakal membangun pusat kreatif di 27 kabupaten/kota. Nantinya, di dalam pusat kreatif tersebut, akan ada fasilitas bermusik. “Curhatan dari para pemusik sering kali eksistensi, kesejahteraan, eksistensi dukungan masih kurang,” kata Emil.

     

    “Nah, kalau di Jawa Barat saya laporkan, mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi daerah lain, kita sudah punya Perda Ekonomi Kreatif yang didalamnya mendukung keberadaan musik. Kita juga sedang membangun creative center yang di dalamnya ada fasilitas bermusik, dan lain-lain,” imbuhnya.

     

    Emil menambahkan, jika semua pemerintah daerah di Indonesia mendukung pengembangan musik dan ekonomi kreatif secara konkret, maka industri musik akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

     

    “Kita juga melakukan diplomasi, setiap tahun mengirim satu set angklung ke kedutaan besar-kedutaan besar sebagai bentuk dukungan agar musik Indonesia —minimal angklung dulu— menjadi alat branding luar biasa,” ucapnya.

     

    Musik sendiri merupakan satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas dan potensial untuk dikembangkan di Jabar, sehingga musik dapat dijadikan sebagai lokomotif baru perekonomian Jabar. Karena musik dan ekonomi kreatif erat kaitannya dengan sektor budaya dan pariwisata.

     

    Ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2015, sektor tersebut menyumbangkan Rp852triliun terhadap PDB Nasional (7,38 persen), menyerap 15,9 juta tenaga kerja (13,90 persen), dan nilai ekspor mencapai US$19,4 miliar (12,88 persen).

     

    Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif, peningkatan kontribusi ekonomi kreatif yang signifikan terhadap perekonomian nasional dari 2010-2015, yaitu sebesar 10,14 persen per tahun. Selain itu, musik merupakan satu dari empat subsektor ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat pesat. Empat subsector tersebut, yaitu Desain Komunikasi Visual 10,28 persen, Musik 7,28 persen, Animasi Video 6,68 persen, dan Arsitektur 6,62 persen. (*)

     

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Terapkan Protokol Kesehatan di Tempat Perbelanjaan
    Mensos Tinjau Langsung Pembayaran Bansos Tahun 2020 Melalui Pos Indonesia
    Aldrin: Tak Ada Korelasi Omnibuslaw  RUU Cipta Kerja dengan Peningkatan UMKM
    PT KAI Batalkan Semua Perjalanan Jarak Jauh
    Pemprov Jabar Klaim Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat Stabil
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads