web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Festival Tajug 2019, Upaya Jabar Menjaga Negara dan Agama
    istimewa/humas pemprov jabar Wapres Ma’ruf Amin membuka Festival Tajug

    Festival Tajug 2019, Upaya Jabar Menjaga Negara dan Agama

    • Jumat, 22 November 2019 | 18:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cirebon - Ingsun titip tajug lan fakir miskin adalah kalimat sarat makna yang diucapkan Syekh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa khususnya Cirebon.

     

    Kini, pesan sang wali itulah yang menjadi tema Festival Tajug dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2019 yang digelar di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon.

     

    Festival Tajug resmi dibuka Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Jumat (22/11/2019). Tak hanya Wapres dan Gubernur Jabar, pembukaan Festival Tajug 2019 berlangsung pada 22 hingga 24 November mendatang tersebut juga dihadiri raja dan sultan dari berbagai keraton di Tanah Air.


    Emil mengatakan, Jabar telah menerapkan pesan Sunan Gunung Jati untuk memakmurkan masjid dalam bentuk program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat yakni Kredit Mesra, One Pesantren One Product (OPOP), serta English for Ulama.

     

    Kredit Mesra contohnya. Sejak diluncurkan November 2018, tercatat sudah belasan ribu warga fakir miskin yang mendapatkan fasilitas kredit usaha tanpa bunga dan agunan melalui masjid.

     

    Selain itu, OPOP mampu membuat 1.100 pesantren di Jabar sukses dan mandiri melalui pemberian modal dan pelatihan usaha. Adapun lewat English for Ulama, 5 ulama muda Jabar, salah satunya dari Cirebon, dikirim ke Inggris untuk menyebarkan tentang Islam yang damai.

     

    “Kami selama 12 bulan ini sudah menerjemahkan nasihat dari Sunan Gunung Jati. Alhamdulillah ada 18.000 lebih fakir miskin sekarang bebas rentenir berkat rajin ke tajug (masjid) dan mendapatkan pertolongan dari pemerintah,” ujar Emil dalam sambutannya.

     

    “Inilah dakwah kami melalui kekuasaan di Jabar. Mudah-mudahan Bapak Wakil Presiden bisa berkenan menyukseskan Festival Tajug ini sebagai cikal bakal lahirnya peradaban baru Islam yang berjaya melalui kekompakan di antara kita semua,” tambahnya.

     

    Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin sangat mengapresiasi gelaran Festival Tajug karena dinilai merupakan salah satu langkah strategis mengembangkan Islam melalui pembangunan masjid.

     

    Tak hanya itu, Wapres mengimbau agar pesan Sunan Gunung Jati juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat menyebarkan ajaran-ajaran menyimpang atau berita yang mengandung kebencian.

     

    Adapun menurut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, tema 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' dalam Festival Tajug tahun ini memiliki makna mendalam tentang ajakan menjaga negara dan agama.

     

    “Memang inilah tugas kita, yaitu menjaga negara dan menjaga agama. Menjaga negara yakni fakir miskin, menjaga agama yakni tajug,” kata Arief.

     

    “Berangkat dari istilah ini, PBNU menggandeng Kesultanan menggelar Festival Tajug untuk bersama-sama menyadarkan bahwa perjuangan harus imbang antara tajug dengan fakir miskin. Antara negara dan ulama, antara dunia dan akhirat, antara putih dan merah, antara kiai dan pejabat,” ujarnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Festival Tajug 2019, Upaya Jabar Menjaga Negara dan Agama
    Pemprov Alokasikan Rp7,25 M Dana Hibah untuk BPSK
    Tsunami Terjang Banten, 222 Orang Tewas
    Jokowi Lepas Pasukan Perdamaian ke Kongo & Lebanon
    Groundbreaking Pelabuhan Patimban Digelar Agustus