web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kolam Renang di Gedung Pakuan Dinilai Sakiti Hati Rakyat, DPRD Bakal Panggil Ridwan Kami
    istimewa/humas pemprov jabar Emil menjawab pertanyaan media soal kolam renang

    Kolam Renang di Gedung Pakuan Dinilai Sakiti Hati Rakyat, DPRD Bakal Panggil Ridwan Kami

    • Senin, 18 November 2019 | 06:41:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kalangan DPRD Jabar mengkritik langkah kerja Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang membangun kolam renang di Rumah Dinas Gubernur Jabar, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1 Kota Bandung.

     

    Pembuatan kolam renang dengan lebar 4 meter, panjang 29 meter, dan kedalaman 1,25 meter, beserta fasilitas pendukungnya tersebut kabarnya menghabiskan dana hingga Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD Jabar tahun 2019. Pembuatan kolam renang tersebut merupakan bagian dari revitalisasi Gedung Pakuan dengan anggaran mencapai Rp4,2 miliar.

     

    Selain anggarannya cukup besar, urgensi pembangunan kolah renang pun dipertanyakan, jika hanya untuk kepentingan pribadi Gubernur.

     

    Anggota Komisi IV DPRD Jabar Imam Budi Hartono menilai, revitalisasi taman belakang Gedung Pakuan tersebut sangat menyakiti masyarakat Jabar di tengah masih banyaknya persoalan penting yang dihadapi. Menurut Imam, revitalisasi Gedung Pakuan sangat tak mendesak dilakukan mengingat kondisi bangunan cagar budaya tersebut masih layak.

     

    "Saya baru dapat datanya (soal revitalisasi Gedung Pakuan). Ini menyakitkan rakyat. Banyak kebutuhan dasar di Jabar yang belum terpenuhi. Pakuan itu kayaknya masih bagus, kenapa dibangun kolam renang," kata Imam, Jumat (15/11/2019).

     

    Dilihat dari sisi anggaran yang digunakan untuk pembangunan kolam renang tersebut, Imam menganggap terlalu mengada-ada. Dia menilai, tidak benar jika Gubernur Jabar hanya mementingkan dirinya sendiri dan keluarga untuk menganggarkan pembuatan kolam renang tersebut. Terlebih pembangunan kolam renang tersebut didanai APBD Jabar.

     

    “Menurut saya enggak bener kalau Gubernur hanya mementingkan dia dan keluarganya dalam menganggarkan itu (kolam renang). Dari sisi penganggaran, kita melihat ini terlalu mengada-ada. Enggak prinsip banget. Memangnya gubernur mau berenang tiap hari? Rakyat nggak bisa menggunakan itu (kolam renang) karena ini kan di Gedung Pakuan yang merupakan rumah jabatan gubernur. Ini kan keperluan personal,” papar Imam.

     

    Menurut Imam, saat ini masih banyak kebutuhan dasar rakyat Jabar yang belum terealisasikan. Anehnya lagi, mata anggaran pembuatan kolam renang ini seolah disembunyikan bagian kerumahtanggaan Gedung Pakuan. Akibatnya, anggota DPRD Jawa Barat pun seolah luput menanyakan hal ini.

    “Yang anehnya itu memang sepertinya disembunyikan anggaran ini, sehingga kita juga enggak tahu. Seharusnya kan ini disampaikan ke kita (DPRD) bahwa ada anggaran ini dan dipresentasikan. Karena banyaknya semua ajuan dari lembaga (organisasi perangkat daerah), membuat kita memang hal-hal sedetail itu tidak kelihatan kemarin. Memang itu kita sesalkan juga,” ujar dia.

     

    Imam sendiri mengaku tak mengetahui mengapa proyek infrastruktur tersebut bisa lolos dari pantauan DPRD Jabar periode 2014-2019. Karena itu, pihakny bersama Komisi IV segera meminta pertanggungjawaban Gubernur Ridwan Kamil soal proyek tersebut.

     

    "Memang ini masalahnya di KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara) 2018, saya belum ada (belum menjabat anggota DPRD Jabar). Mungkin panitia anggaran enggak melihat detail sehingga loloslah program ini. Tapi, kenapa eksekutif enggak ngobrol, lebih lanjut kami akan memanggil dan meminta pertanggungjawaban beliau (Ridwan Kamil)," ungkap legislator dari Fraksi PKS ini.

     

    Sama halnya dengan revitalisasi halaman belakang Gedung Pakuan, Iman juga menyoroti revitalisasi taman Gedung Sate yang dikerjakan secara bersamaan dengan dana sebesar Rp14 miliar. Dia menilai, kedua proyek tersebut hanya untuk memenuhi hasrat Ridwan Kamil sebagai arsitektur.

     

    "Pembangunan ini sifatnya tidak dibutuhkan bahkan hanya untuk pencitraan dan kepuasan beliau sebagai arsitektur. Kewajiban provinsi itu banyak, ada target rumah tidak layak huni (rutilahu), urusan lingkungan, pembangunan SMA dan SMK," ujar dia.

     

    Angggaran sebesar Rp4,2 milliar, memang cukup besar jika dialokasikan untuk membernahi rutilahi yang di Jabar masih ada sebanyak 46 ribuan tersebut. Jika digunakan untuk merevitalisasi rutilahi, dana sebesar 4,2 miliar bisa untuk merehabilitasi 210 unit rutilahu, dengan pagu Rp20 juta per rumah. Sedangkan jika untuk membangun ruang kelas barsu (RKB) dengan angaran 200 juta per unit, bisa mendirikan 21 ruang kelas.

     

    Kolah Renang tidak Berkaitan dengan Kebutuhan Rakyat
    Senada dengan Imam, anggota Komisi I DPRD Jabar Abdy Yuhana mengungkapkan, pihaknya tidak menemukan alasan rasional bagi Pemprov Jabar untuk menganggarkan pembangunan kolah renang di Gedung Pakuan dan taman Gedung Sate yang anggarannya cukup fantastis.

     

    Selain itu, menurut Abdy, dari sisi cagar budaya yang menetapkan Gedung Pakuan sebagai salah satu bangunan heritage, revitalisasi Rumah Dinas Gubernur Jabar tersebut perlu dipertanyakan.

     

    Abdy menegaskan, pembangunan yang dilakukan Pemprov Jabar haruslah berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Sementara pembangunan kolam renang, jauh dari kebutuhan dasar rakyat. Dia pun menilai, penataan Gedung Pakuan, juga revitalisassi taman Gedung Sate lebih kepada untuk memenuhi kepentingan pribadi Gubernur Ridwan Kamil.

     

    “Dari sisi RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah), semua pembangunan itu kan harus berorientasi ke RPJMD. Sementara revitalisasi taman Gedung Sate dan kolam renang (di Gedung Pakuan) ini, tidak berkorelasi (dengan kebutuhan rakyat). Yang ada adalah ini lebih kepada kepentingan pribadi gubernur. Jika pembangunan, tidak berkorelasi dengan kebutuhan masyarakat, tentunya ini perlu ditinjau ulang,” ungkap Abdy. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Lantik 141 Kades, Ridwan Kamil : Desa di Jabar Harus Naik Kelas
    Pemulihan KBU, Perlu Pendekatan Multidimensi
    Jadikan HAM sebagai Dasar Hubungan antara Pemerintah dan Rakyat
    Jabar Raih Penghargaan Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah
    Pemprov Jabar Fasilitasi Kerja Sama Dong A University dengan UPI dan Telkom University

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.