web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Gara-gara Cedera Lutut, Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang di Gedung Pakuan
    kompas.com Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang di Gedung Pakuan

    Gara-gara Cedera Lutut, Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang di Gedung Pakuan

    • Senin, 18 November 2019 | 06:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kinerja kerja Gubernur Jabar Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik.

    Setelah proyek revitalisasi taman Gedung Sate di Jalan Diponegoro Kota Bandung, yang mendapatkan kritik tajam, kali ini program Emil yang merenovasi halaman belakang Rumas Dinas Gubernur Jabaer, Gedung Negara Pakuan di Jalan Otto Iskandardinata No 1 Kota Bandung, juga memunculkan polemik.

     

    Pasalnya, renovasi yang menelan anggaran APBD Jabar 2019 hingga Rp4,2 miliar dinilai tidak menyentuh kebutuhan masyarakat. Yang terutama menjadi sorotan yakni pembangunan kolam renang yang dikhususkan bagi kepentingan Gubernur Emil dan keluarganya.

     

    Kabarnya, dana untuk membuat kolam renang dengan lebar 4 meter, panjang 29 meter, dan kedalaman 1,25 meter, beserta fasilitas pendukungnya tersebut menelan biaya hingga Rp 1,5 miliar. Selain membangun kolam renang, pengerjaannya dilakukan mulai dari penataan taman, ruang terbuka, gazebo, juga kolam ikan.

     

    Lalu apa alasan Gubernur Emil merevitalisasi halaman belakang Gedung Pakuan, dan membangun kolam renang? Emil sempat menyampaikan alasannya membuat kolam renang dalam akun Instagram pribadinya. Saat ditanya wartawan seusai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Jabar, Jumat (15/11/2019) lalu, Emil juga mengakui dirinya yang mengusulkan pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan.

     

    Emil menyebutkan, alasan dibangunnya kolam renang tersebut karena dirinya mengalami cedera lutut, dan disarankan oleh dokter untuk terapi renang setiap hari.

     

    "Karena saya memiliki cedera lutut dan dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact. Disarankan rutin tiap hari terapi berenang saja. Agar bisa fit, bugar dan sehat menjalani tugas dalam wilayah seluas Jawa Barat ini," tulis Emil, Jumat (15/11/2019).

     

    "Itulah kenapa dalam cicilan renovasi rutin tahunan, saya mengusulkan kepada Biro Umum (Setda Pemprov Jabar) untuk membuat kolam renang yang kotak secukupnya dengan lebar 3-4 m agar Gubernur bisa tetap olahraga kardio berbentuk renang. Karena saya dilarang dokter berolahraga lari, tenis, basket dan olahraga motorik lainnya," terangnya.

     

    Soal anggaran yang bersumber dari APBD Jabar, menurut Emil semuanya sudah direncanakan dan disepakai bersama dengan DPRD Jabar. "Dan semuanya dapat dipertanggungjawabkan baik dari aspek etika gagasan, aspek aturan dan hukumnya. Hatur Nuhun." imbuhnya.

     

    Soal revitalisasi secara keseluruhan Gedung Pakuan, Emil mengutarakan gedung cagar budaya tersebut sangat luas, yakni sekitar 2,3 hektare dengan usia sangat tua mendekati 200 tahun. Karena itu, renovasi dilakukan secara bertahan tiap tahunnya.

     

    "Saking besarnya, kompleks ini diurus oleh lebih dari 100 orang. Tidak cocok sebenarnya disebut rumah. Dan saking luasnya, Biro Umum (Setda Pemprov Jabar) melakukan cicilan-cicilan renovasi setiap tahun. Biro Umum terdahulu membangun masjid besar yang bisa dipakai salat Jumat bersama warga. Dan Biro Umum selanjutnya membangun zona olahraga berupa Gedung Olahraga berisi lapangan tennis, basket, untuk para penghuni juga warga sekitar," papanya.

     

    "Biro Umum yang sekarang melanjutkan cicilan renovasi dengan merenovasi Gedung Pakuan termasuk area-area bersejarah dan terbengkalai termasuk menambahi fasilitas sarana olahraga." tambahnya.

     

    Dikutip dari situs LPSE Pemprov Jabar, Biro Umum sudah melelang proyek revitalisasi halaman belakang Gedung Pakuan itu dengan pagu paket senilai Rp4.656.500.000. Lelang proyek kontruksi tersebut sudah selesai dilakukan yang dimenangkan PT Artikon Dimensi Indonesia ‎dengan harga penawaran Rp4.203.423.413,96. PT Articon sendiri merupakan kontraktor yang mengerjakan Taman Sejarah di Balai Koata Bandung, saat Emil masih menjabat Wali Kota Bandung.

    Bangun Kolam Renang Rp1,5 M di Gedung Pakuan Menyakiti Hati Rakyat

    Dua pekerja menyelesaikan pembuatan kolam renang di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung. Kolam renang dibangun untuk saran olahraga Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mengalami cedera lutut. (foto: pikiran-rakyat.com)

    Ditargetkan Rampung Desember
    Sebelumnya, Kepala Biro Umum Setda Pemprov Jabar Iip Hidayat menyebutkan, revitalisasi Gedung Pakuan dilakukan bersamaan dengan penataan taman Gedung Sate yang juga tengah berjalan. Diketahui, revitalisasi taman Gedung Sate tersebut menghabiskan dana sebesar Rp14 miliar.

     

    “Revitalisasi Gedung Pakuan sekitar Rp 4 miliar. Pengerjaannya lebih sedikit dibandingkan Gedung Sate (Rp14 miliar),” kata Iip, Kamis (14/11/2019).

     

    Iip mengatakan, penataan di Gedung Pakuan meliputi penataan taman di bagian belakang rumah dinas dan pembangunan kolam renang. Kolam renang ini, merupakan fasilitas olah raga baru..

     

    “Kami menyediakaan penataan taman karena Gedung Pakuan juga biasa didatangi masyarakat kalau ada pengajian atau jumatan. Kami buat tempat kebugaran juga, kolam renang berukuran kecil, tapi lumayan lah untuk menjaga kesehatan kebugaran Pak Gubernur,” katanya.

     

    Selain taman, penataan kolam ikan yang telah ada sebelumnya juga masuk dalam paket pengerjaan revitalisasi Gedung Pakuan.

     

    “Ada penataan kolam ikan juga. Pokoknya Rp4 miliar untuk semuanya. Lokasinya di halaman belakang Gedung Pakuan, dekat lapangan tenis,” katanya.

     

    Iip tak menjelaskan secara rinci dari mana usulan pembuatan kolam renang itu muncul. Ia berdalih, proyek itu sudah diajukan sebelum ia menjabat sebagai kepala Biro Umum.

     

    "Usulannya setahun yang lalu sebelum saya masuk sudah ada kajiannya, kajian teknis, DED, kita (Biro Umum) yang bangun. Usulannya kayaknya dari kajian, kan semua ada kajiannya," papar Iip.

     

    Iip mengatakan, revitalisasi Gedung Pakuan ini ditargetkan rampung pada Desember 2019. Kontraktor sudah menerapkan sistem bergilir siang dan malam untuk mengebut pengerjaan di musim hujan.

     

    “Targetnya Desember juga, pokoknya yang dikerjakan ini ketat waktunya karena tidak ada waktu lagi. Karena itu mereka sudah siap menggunakan sistem kerja shift, tak mengandalkan kalender,” ujar Iip. (*)

     

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Lantik 141 Kades, Ridwan Kamil : Desa di Jabar Harus Naik Kelas
    Pemulihan KBU, Perlu Pendekatan Multidimensi
    Jadikan HAM sebagai Dasar Hubungan antara Pemerintah dan Rakyat
    Jabar Raih Penghargaan Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah
    Pemprov Jabar Fasilitasi Kerja Sama Dong A University dengan UPI dan Telkom University

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.