Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Indramayu Daerah Paling Rawan Pelanggaran Pilkada

    Indramayu Daerah Paling Rawan Pelanggaran Pilkada

    • Kamis, 14 November 2019 | 13:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Bawaslu Jabar menyebut tiga daerah termasuk kategori rawan pelanggaran a Pilkada Serentak 2020, yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Pangandaran.

     

    "Kalau dilihat dari potret Pilkada 2015, dari delapan kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020, yang paling tinggi tingkat pelanggarannya adalah di Indramayu," ungkap Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Jawa Barat Lolly Suhenty di Bandung, Rabu (13/11/2019).

     

    Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantispasi terjadi pelanggaran pilkada serentak tahun depan dengan sistem yang dibuat oleh Bawaslu RI, yaitu penyusunan indeks potensi pelanggaran. "Penyusunan indeks potensi pelanggaran ini bermafaat untuk penyusunan strategi pengawasan serta dalam penindakan pelanggaran pemilu," ujar Lolly, seperti dikutip wjtoday.com.

     

    Jika Kabupaten Indramayu masuk dalam daerah paling rawan terjadi pelanggaran pilkada, kata Lolly, Kota Depok adalah daerah yang tercatat paling minim pelanggaran pilkada. Menurut dia, Pilkada Serentak 2015 akan menjadi acuan bagi Bawaslu Provinsi Jawa Barat dalam memperketat pengawasan pemilu serta penyusunan strategi antsipasi pelanggaran pemilu.

     

    "Terlebih lagi untuk daerah yang terdapat petahana sebagai bakal calon kepala daerah, pelanggaran curi start kampaye, dan netralitas ASN besar kemungkinan terjadi," sebutnya.

     

    Oleh karena itu, dia  berharap keberadaan indeks pontesi pelanggaran pemilu bisa menekan angka pelanggaran di delapan kabupaten/kota Jawa Barat yang menyelenggara Pilkada Serentak 2020. "Dengan strategi pengawasan yang disesuaikan dengan indeks pelanggaran pemilu ini, mampu melahirkan pemilu yang demokratis," tegasnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Boleh Angkut Penumpang, Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Tunggu Komitmen Aplikator Ojol
    Dokter Reisa Berbagi Tips Olahraga di Ruang Publik, Tetap Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
    Kondisi 17 Peserta Didik dan Pelatih Secapa TNI AD yang Dirawat Akibat Covid-19 Sudah Membaik
    Ridwan Kamil Minta Pemkot Bandung Gelar Tes Massif di Secapa AD
    BMPI Lakuan Audiensi Dengan FPDIP DPRD Kota Bandung
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads