Pemerintah Harus Kaji Sistem Pemilu Langsung - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pemerintah Harus Kaji Sistem Pemilu Langsung
    Net

    Pemerintah Harus Kaji Sistem Pemilu Langsung

    • Rabu, 13 November 2019 | 19:36:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pakar Politik dan Pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar),Asep Warlan Yusuf mengatakan Pemerintah Indonesia harus mengakaji sistem Pemilu Serentak secara langsung yang melibatkan masyarakat.



    Pasalnya, Saat ini pemilu langsung yang sudah berjalan banyak berdampak pada perpecahan diantara masyarakat, belum lagi biaya kos yang di keluarkan pemerintah untuk pemilu terlalu tinggi.



    Dikatakan, ada Wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung atau via DPRD menggantikan sistem pemilihan langsung kembali mencuat.



    "Ada pendapat satu dari pendapat salah satu partai politik juga supaya ini di kembalikan kepada DPR atau mekanisme lain yang tidak langsung," katanya di Bandung, Rabu (13/11/2019).



    Untuk itu, Ia setuju dengan beberapa pihak agar Pemangku keputusan dalam hal ini Pemerintah dan DPR untuk mengkaji pemilu lebih dalam dan kompetitif.



    "Jadi hemat saya memang saya setuju dengan beberapa pihak untuk di kaji lebih dalam dan komprehensif. Kemarin saya diskusi dimedia dengan Dirjen Otda pak Akmal Beliau mengatakan sedang dikaji mendalam," katanya.



    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sempat mengutarakan usulan untuk mengevaluasi Pilkada langsung dan mempertanyakan relevansi Pilkada secara langsung saat rapat dengan DPR. Ia mengatakan meski menampung partisipasi publik, pemilu langsung dinilai biaya politiknya sangat tinggi. (*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masuk Desa Rawan Covid-19, akan Diisolasi 14 Hari
    Ridwan Kamil: Pancasila Perekat Bangsa Indonesia
    New Normal, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Diadakan Tes Masif Protokol Kesehatan
    Hari Lahir Pancasila Baru Bisa Diperingati Setelah 70 Tahun
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads