ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Pengamat Pertanyakan Mekanisme Pemilu Langsung
    JuaraNews/Abdul Basir Pengamat Pemerintahan Asep Warlan Yusuf

    Pengamat Pertanyakan Mekanisme Pemilu Langsung

    • Rabu, 13 November 2019 | 18:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Presiden Indonesia Joko Widodo melalui Juru Bicara Presiden  Fadjroel Rachman menegaskan Pemilu di Kabupaten/Kota di Indonesia tetep melalui mekanisme pemilihan langsung oleh masyarakat.



    Menanggapi itu, Pakar Politik dan Pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar),Asep Warlan Yusuf mempertanyakan soal pemilu langsung tersebut, pasalnya stemen presiden tidak menjelaskan bagaimana proses dan mekanismenya.



    "Kalau toh keputusan langsung, langsung itu seperti apa? Jadi kalau presiden mengatakan pemilihan bakal tetap langsung seperti apa langsungnya itu," katanya Asep, Rabu (13/11/2019).



    Menurutnya, ada tiga hal yang harus di perhatikan oleh pemerintah dalam menyelenggarakan pemilu langsung oleh masyarakat.



    Pertama bagaimana supaya tidak banyak biaya yang di keluarkan oleh calon atau Partai dengan harapan biaya lebih hemat.



    Selain biaya, penyelenggaraanpun lebih kepada nuansa lokal. Pasalnya sekarangkan semuanya pake standar Nasional PKPU. Nanti silahkan saja Daerah buat regulasi sesuai dengan kebutuhan tingkat Daerahya.



    Menurutnya, PKPU bisa di serahkan kepada daerah untuk mengatur ukuran berkaitan dengan langsung itu, aceh dengan Papua beda jangan buat semua standar sama sehingga ada apa semua di atur dengan PKPU," ucapnya.



    "Itu sedang di pikiran bagaimana bisa dilakukan oleh KPU daerah supaya mereka bisa memberikan inovasi dan kreativitas tapi tetap esensi demokrasi tidak hilang, nuansa kebangsaan tapi nuansa lokalnya muncul," katanya.



    Terakhir, mengenai logistik kepemiluanya. Pasalnya saat ini pelaksanaan pemilu masih menggunakan cara manual, untuk itu kedepan diharapkan menggunakan dengan cara lain yang menjamin tidak akan di selahgunakan.



    "Jadi soal anggaran, konflik ide-ide daerah, teknologi informasi di kembangkan.Mudah-mudahan itu lebih bagus untuk Pilkada langsung kedepan," tutupnya.(*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Solidaritas Kuota PSI Jawa Barat untuk Anak Didik Mulai Tahun Ajaran Baru 2020/2021
    Thesis Feodalisme Kampus Versi Wagoen Disusul oleh Versi Rocky Gerung
    Pengurus Golkar tingkat Desa dan Kecamatan  Dorong Ade Barkah Surahman Jadi Gubernur Jabar 2024
    Universitas Widyatama Bandung, Terima 2300 Mahasiswa Baru
    Atalia Kamil: Pentingnya Komunikasi Efektif di Masa Pandemi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads