web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    English for Ulama Kenalkan Islam Toleran dan Tekan Islamphobia di Eropa
    istimewa/humas pemprov jabar Emil saat teleconference soal English for Ulama

    English for Ulama Kenalkan Islam Toleran dan Tekan Islamphobia di Eropa

    • Selasa, 12 November 2019 | 22:39:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Dakwah ulama-ulama asal Jabar, yang tergabung dalam program English for Ulama, soal keindahan islam Indonesia di 5 kota Eropa, London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham, mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

     

    Sejak menjejakkan kaki di London pada Senin (4/11/2019), 5 ulama asal Jabar, yakni Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumudin, Safitra, dan Hasan Al-Banna menerima undangan, baik dari kepala daerah, anggota parlemen, pihak Kepolisian, dan komunitas keagamaan, untuk menjadi pembicara atau berdiskusi tentang keislaman.

     

    Ridwan, misalnya, langsung menemui DKM Masjid Jami Auston, Afzal Shah. Setelah itu, dia bertemu dengan salah satu politisi dan komunitas muslim Bristol. Kepala kepolisian Bristol pun hadir dalam pertemuan tersebut. Sedangkan, Hasan menjadi salah satu pembicara dalam Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue atau dialog antaragama yang berlangsung di Grays, Thurrock, sekitar 30 km di timur London.

     

    Selain Hasan, dialog yang dihelat Thurrock Labour Party (Partai Buruh Thurrock) tersebut dihadiri anggota majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St Clements Church) dan Matt Drummond (St Stephens Church).

     

    Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London Aminudin Azis, animo masyarakat Eropa menyambut kedatangan 5 ulama Jabar sudah terlihat pada pembukaan English for Ulama.

     

    "Pembukaan dihadiri 3 parlemen, komunitas Yahudi, dan pihak gereja setempat. Belum lagi, media di sana ikut mengabarkan kedatangan ulama Jabar," kata Aminudin saat melakukan video conference dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang dilakukan di bjb Precious, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

     

    "Antusias masyarakat setempat meyambut ulama Jabar tinggi karena mereka berharap kedatangan ulama ini bisa menjawab pertanyaan mereka soal islam," imbuhnya.

     

    Direktur British Council Indonesia Paul Smith berpendapat, pertanyaan soal Islam kerap muncul karena adanya kesalahpahaman tentang nilai-nilai Islam. Maka tidak heran apabila Islam kerap dicap negatif oleh mayoritas masyarakat Benua Biru, khususnya Inggris Raya.

     

    "Sering terjadi kesalahpahaman tentang nilai-nilai Islam. Seringkali islam dipandang negatif dan salah. Saya percaya bahwa Indonesia punya pandangan yang lebih moderat, hangat, dan ramah soal Islam," ucap Paul.

     

    Paul menyatakan, pesan soal kehangatan dan keindahan islam mesti didentumkan di Inggris Raya. Karena itu, dia mengapresiasi program English for Ulama yang digagas Pemprov Jabar.

     

    "Ini adalah program utama untuk membawa kebenaran. Kita percaya Indonesia punya cerita fantastis soal islam. Kita senang dapat terlibat dalam program ini. Semoga tahun depan English for Ulama kembali dilakukan," katanya.

     

    Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan bahwa misi utama kelima ulama tersebut adalah berdakwah dan berdiskusi di sejumlah kampus serta komunitas, baik muslim maupun non-muslim. Emil berharap mereka dapat mengubah anggapan negatif masyarakat Eropa terhadap Islam.

     

    "Mereka akan menceritakan keramahan Islam Indonesia yang toleran, khususnya di Jabar. Harapannya, persepsi yang ada setelah kunjungan ini, akan membawa pengalaman dan pemahaman keislaman di Indonesia oleh Eropa menjadi baik," kata Emil.

     

    "Seringkali informasi tentang islam kurang proporsional dan tidak mewakili keseluruhan. Jadi, islam yang moderat dan damai akan direpresentasikan oleh lima ulama ini dan mereka di masa depan akan jadi duta perdamaian bagi dunia," imbuhnya.

     

    Selain berdakwah terkait keindahan Islam Indonesia, kelima ulama itu akan menceritakan tentang keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Tanah Pasundan. Mereka pun bakal menjalankan misinya sampai 14 November 2019 mendatang.

     

    "Tahun depan akan dimaksimalkan sampai akhirnya program ini (English for Ulama) mendunia. Dan pada akhirnya, pesan soal keindahan dan kehangatan Islam Indonesia tersebar di dunia," kata Emil.

     

    Jika English for Ulama kembali diluncurkan pada tahun depan, maka harapan perwakilan Minhaj Welfare Foundation (organisasi Islam di Inggris Raya) Adnan Sohail terwujud. Dia bahkan meminta kepada Pemprov Jabar untuk menambah jumlah ulama.

     

    "Harapan ke depan program ini bisa lebih masif lagi. Mungkin bisa ditambah dan diperluas lagi wilayahnya, sehingga ini bisa jadi program yang berkelanjutan dan memperoleh sambutan baik dari Inggris," kata Milhaj.

     

    "Mereka (ulama Jabar) dapat menebarkan pesan-pesan soal keindahan islam. Itu membuat anggapan negatif masyarakat, termasuk islamphobia, terus berkurang di sini (Inggris Raya)," tambahnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Lantik 141 Kades, Ridwan Kamil : Desa di Jabar Harus Naik Kelas
    Pemulihan KBU, Perlu Pendekatan Multidimensi
    Jadikan HAM sebagai Dasar Hubungan antara Pemerintah dan Rakyat
    Jabar Raih Penghargaan Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah
    Pemprov Jabar Fasilitasi Kerja Sama Dong A University dengan UPI dan Telkom University

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.